DPRD DKI Minta Naik Gaji, Suara Kekecewaan Warganet Menggema di Jagat Maya

Abdul Rochim, Koran SI · Selasa 15 Desember 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 338 2327998 dprd-dki-minta-naik-gaji-suara-kekecewaan-warganet-menggema-di-jagat-maya-Zb2OO2gxfX.jpg DPRD DKI (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA – Warganet mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap DPRD DKI Jakarta yang menuntut kenaikan gaji. Warganet semakin kecewa setelah melihat pemandangan aksi walk out hampir seluruh anggota DPRD DKI ketika Fraksi PSI membacakan pandangannya dan menolak kenaikan gaji dalam rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2015 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin 14 Desember 2020.

Di Twitter, suara-suara kekecewaan warganet terhadap DPRD DKI Jakarta bahkan masuk dalam daftar trending topic. Pemerhati sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan Abdillah Toha melalui akun @AT_AbdillahToha menyebutkan bahwa anggota DPRD DKI sudah tidak memiliki rasa malu. ”Urat malu politisi anggota DPRD DKI ini sudah putus. MALU sudah hilang dari kamus mereka. Hanya ada satu kata di benak saya. Menjijikkan,” cuitnya, dikutip Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Semua Fraksi di DPRD Walk Out saat PSI Sampaikan Pandangan Soal RKT 

Sementara akun @ suciharto menulis, “HAI RAKYAT DKI LIHAT INI !! BUKA MATA LOE.... JANGAN BIARKAN ANAK-ANAK MUDA INI BERJUANG SENDIRIAN MEMBELA KALIAN!!!!”

Warganet lainnya @ritsariana mencuit, ”Anggota DPRD DKI terlihat sekali hanya ingin ada di ruang sidang dgn acara yg enak dihatinya sj, yg menguntungkan bagi dirinya sj .. saya yakin mereka tau yg diinginkan PSI itu baik utk rakyat tapi mgkn mereka merasa dirugikn..”

Sementara akun @ChaerulK1 mencuit, ”Rakyat DKI sdh mengeluarkan uang, tenaga, pikiran & waktu hanya utk memilih mrk agar bisa "duduk" di kursi DPRD & mendapat sebutan "Anggota Dewan Yang Terhormat" ... tp bgtu udh dapet semuanya koq "kursi" nya malah ditinggalin, apa bkn pengkhianatan ini namanya.”

Baca Juga: Ketua DPRD DKI Tegaskan Kenaikan Gaji dan Tunjangan Anggota Dewan Hoaks

Politikus muda PSI Tsamara Amany melalui akun Twitter-nya @TsamaraDKI mengatakan, langkah mayoritas anggota DPRD DKI yang mempermalukan PSI dengan melakukan aksi walk out ketika Fraksi PSI menyampaikan pandangan resminya, merupakan risiko yang harus ditanggung partainya. Namun, dia justru merasa terhormat menjadi musuh bersama demi kepentingan rakyat.

”Risiko yang harus kami terima ketika berani menggagalkan rencana naik gaji & tunjangan anggota DPRD DKI sebesar Rp700 juta per bulan. Dimusuhi karena menjaga uang rakyat adalah sebuah kehormatan,” cuitnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini