Marahi Guru SMP, Ketua DPRD DKI: Apa yang di Otak Bapak, Tahu Enggak Megawati Itu Siapa!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 15 Desember 2020 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 338 2328204 marahi-guru-smp-ketua-dprd-dki-apa-yang-di-otak-bapak-tahu-enggak-megawati-itu-siapa-tiCEnJGlGc.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memarahi guru pembuat soal ujian Anies selalu diejek Mega di SMP 250 Cipete saat rapat klarifikasi di Komisi E parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

(Baca juga: Mengenal Suryo Prabowo, Jenderal Ahli Bahan Peledak yang Pernah Masuk Daftar Hitam)

"Apa yang diotak bapak gitu, tahu nggak Megawati itu siapa?" ucap Pras dengan suara meninggi di lokasi, Selasa (15/12/2020).

Politikus PDIP itu menyayangkan guru tersebut menggunakan nama dua tokoh dalam soal ujian. Menurut dia, pertanyaan tersebut bisa memprovokasi warga Jakarta yang saat ini tengah memanas.

"Apakah nggak mungkin nama Otong, contoh soal nama," ujarnya.

(Baca juga: Penembakan 6 Laskar FPI, Bareskrim Akan Minta Barang Bukti dari Komnas HAM)

Pras juga meminta guru tersebut membacakan Pancasila lantaran berkilah soal Anies selalu diejek Mega hanya dilakukan secara spontanitas.

Guru itu pun fasih melafalkan lima sila yang ada dalam Pancasila. Menurut Pras, seharusnya guru merupakan panutan bagi para siswanya.

"Bapak sebagai guru lho pak, kalau memberi contoh, memberi contoh yang baik, bukan membanding tokoh sama tokoh. Ini Presiden kelima Pak. Kok tokohnya itu gitu loh. Dulu ada OSIS, nggak bisa, yang beragama tertentu nggak boleh ketua OSIS, bagaimana kebhinekaan kita pak," ucap Pras.

Pras mengatakan, selama ini setiap anggota DPRD DKI Jakarta tidak pernah ada perpecahan dalam mementingkan kepentingan warga Ibu Kota.

"Kita di DPRD tidak ada warna pak. Fungsi kita jalankan. Kita keluar baru, teman-teman punya partai masing-masing. Di sini satu warnanya, bapak malah memprovokasi dari luar," sambung dia.

"Elu uda hebat, elu uda jagoan? Hey, elu guru!" tegasnya.

Ia pun meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana untuk melakukan konsolidasi kepada setiap guru agar peristiwa seperti ini tidak kembali terulang.

"Dan ibu kepala dinas saya minta jangan next ada seperti ini. Permasalahan bukan ada di kantor, ada di lapangan. Sekali lagi, ibu konsolidasi lagi, yang kayak gini bahaya sekali, suasana di Jakarta lagi hangat jadi tambah panas," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini