Tak Ditahan, Ketum FPI Sobri Lubis Cs Diwajibkan Lapor

Helmi Syarif, Koran SI · Selasa 15 Desember 2020 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 338 2328205 tak-ditahan-ketum-fpi-sobri-lubis-cs-diwajibkan-lapor-el7jQeOlB7.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Lima tersangka kasus kerumunan massa pelanggar protokol kesehatan Covid-19, dalam acara pernikahan putri Habib Rizieq diminta untuk wajib lapor seminggu dua kali.

Kelima tersangka yaitu Ketua Umum DPP FPI Sobri Lubis, Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi, Haris Ubaidillah selaku Ketua Panitia Acara, Ali Bin Alwi Alatas selaku Sekretaris Acara, dan Habib Idrus selaku Kepala Seksi Acara.

"Kami wajibkan lapor seminggu dua kali, Senin dan Kamis untuk wajib lapor dengan membawa surat perintah penangkapan setiap hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Selasa (15/12/2020).

Baca juga:  Pasca Diperiksa, Kuasa Hukum FPI Pastikan Sobri Lubis Tak Ditahan 

Alasannya, karena kelima tersangka itu tidak dilakukan penahanan dalam kasus tersebut karena hanya dipersangkakan dalam Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang hukumannya kurang dari lima tahun penjara.

Disamping itu, jika penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih membutuhkan keterangan kelima tersangka itu, maka tidak kemungkinan kelimanya diperiksa kembali.

Baca juga:  Hari Ini Ketum FPI Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Makar 

"Kalau wajib lapor nanti ada beberapa lagi yang kita tambahkan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), yang bersangkutan akan kita lakukan pemeriksaan lagi," ucap Yusri.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya telah menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam pernikahan putri Habib Rizieq Shihab. Selain Habib Rizieq, polisi juga telah menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka.

Kelima tersangka lainnya adalah Ketua Umum DPP FPI Sobri Lubis dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi, Haris Ubaidillah selaku Ketua Panitia Acara, Ali Bin Alwi Alatas selalu Sekretaris Acara dan Habib Idrus selaku Kepala Seksi Acara.

Sementara itu, lima tersangka lainnya dipersangkakan dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Kelimanya terancam dengan hukuman 1 tahun penjara.

Pasal 93 itu sendiri berbunyi; Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini