Besok, Keluarga Laskar FPI yang Tewas Ditembak Gelar Tahlil Tertutup

Sabir Laluhu, Koran SI · Selasa 15 Desember 2020 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 338 2328314 besok-keluarga-laskar-fpi-yang-tewas-ditembak-gelar-tahlil-tertutup-Uz867SfE86.jpg Enam laskar FPI yang tewas ditembak (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Keluarga korban laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak akan menggelar tahlil tujuh hari secara tertutup pada Rabu 16 Desember 2020. 

Tim MNC Media tiba depan gang tempat tinggal seorang laskar FPI, almarhum Lutfil Hakim di daerah Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat, Selasa (15/12/2020) sore. Di mulut gang, terpasang portal menutupi setengah jalan masuk gang.

Tiga orang warga tampak berjaga tepat di depan gang. Salah satunya lantas mengarahkan Tim MNC Media untuk menuju ke Sekretariat RW tidak jauh dari gang jika ingin mewawancarai keluarga korban almarhum Lutfil Hakim.

Baca Juga:  Perspektif HAM vs Perspektif Good Governance dalam Kasus FPI

Tiba di ruang Sekretariat RW, ada tujuh orang di dalamnya. Tiga pengurus RW, seorang laki-laki paruh baya, dan tiga orang jurnalis dari sebuah media online nasional. Tim MNC Media mengenali satu di antara tiga orang jurnalis tersebut.

Setelah memperkenalkan diri dan tujuan kedatangan Tim MNC News Portal, seorang pengurus RW menyatakan, untuk saat ini keluarga dari almarhum Lutfil Hakim belum bisa diwawancarai. Alasannya, saat ini keluarga masih dalam kondisi berduka. Selain itu, keluarga almarhum Lutfil Hakim akan menggelar tahlil tujuh hari meninggalnya almarhum pada Rabu 16 Desember 2020.

"Rabu besok itu ada tahlil, pengajian untuk tujuh harian almarhum Lutfil Hakim. Kami juga terima informasi, rencana besok juga keluarga dari empat almarhum laskar korban penembakan itu juga akan adakan tahlil tujuh hari. Ada sih satu yang sudah pengajian tujuh harian," ujar seorang pengurus RW.

Baca Juga: Ajukan Praperadlian, Habib Rizieq Gugat Kapolri dan Kapolda Metro Jaya

Sepengetahuan pengurusan RW ini, tahlil akan berlangsung tertutup dan tidak bisa diliput oleh keluarga. Dia mengatakan, para jurnalis bisa menghormati kondisi keluarga almarhum Lutfil Hakim. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan doa terbaik untuk enam almarhum.

"Kita mohon doanya untuk enam orang Laskar yang menjadi korban penembakan," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini