Ini Alasan Guru SMP di Cipete Buat Soal Ujian "Anies Diejek Mega"

Tim Okezone, Okezone · Rabu 16 Desember 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 338 2328431 ini-alasan-guru-honorer-buat-soal-ujian-anies-diejek-mega-Cwa3MKAdUp.jpg Ilustrasi DPRD DKI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seorang guru di SMP 250 Cipete, Jakarta Selatan, Sukirno membuat soal ujian yang menyebut nama Anies selalu diejek Mega. Nama tersebut dipersoalkan karena dianggap merujuk kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Menurut pengakuan Sukirno, dirinya membuat soal tersebut tak ada maksud apa-apa. "Demi Allah, saya tidak punya niat apa-apa ketika membuat soal ada nama Anies," ujarnya di Komisi E DPRD DKI Jakarta, Selasa 15 Desember 2020. 

Ia mengaku membuat soal ujian dengan menyebut nama Anies dan Mega hanya spontanitas. Kendati demikian, Sukirno tetap tetap diprotes keras oleh DPRD DKI, salah satunya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio yang juga politikus PDIP.

"Apa yang diotak bapak gitu, tahu nggak Megawati itu siapa?" ucap Pras dengan suara meninggi.

Baca Juga:  Marahi Guru SMP, Ketua DPRD DKI: Apa yang di Otak Bapak, Tahu Enggak Megawati Itu Siapa!

Pras menyayangkan guru tersebut menggunakan nama dua tokoh dalam soal ujian. Pertanyaan yang dibuat Sukirno dalam soal ujian bisa memprovokasi warga Jakarta yang saat ini tengah memanas.

"Apakah nggak mungkin nama Otong, contoh soal nama," ujarnya.

"Bapak sebagai guru lho pak, kalau memberi contoh, memberi contoh yang baik, bukan membanding tokoh sama tokoh. Ini Presiden kelima Pak. Kok tokohnya itu gitu loh. Dulu ada OSIS, nggak bisa, yang beragama tertentu nggak boleh ketua OSIS, bagaimana kebhinekaan kita pak," ucap Pras.

Selama ini, sambung Pras, setiap anggota DPRD DKI Jakarta tidak pernah ada perpecahan dalam mementingkan kepentingan warga Ibu Kota. "Kita di DPRD tidak ada warna pak. Fungsi kita jalankan. Kita keluar baru, teman-teman punya partai masing-masing. Di sini satu warnanya, bapak malah memprovokasi dari luar," sambung dia.

"Elu uda hebat, elu uda jagoan? Hey, elu guru!" tegasnya.

Baca Juga:  BACA JUGA: Ujian Dikembalikan ke Sekolah, Nadiem: Jangan Remehkan Para Guru

Kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana, pihaknya meminta untuk melakukan konsolidasi kepada setiap guru agar peristiwa seperti ini tidak kembali terulang. Sebab, persoalan bukan ada di kantor, tapi di lapangan.

"Sekali lagi, ibu konsolidasi lagi, yang kayak gini bahaya sekali, suasana di Jakarta lagi hangat jadi tambah panas," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini