Sudah Minta Maaf, Ketua DPRD DKI Batal Polisikan Guru Pembuat Soal "Anies Diejek Mega"

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 16 Desember 2020 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 338 2328997 sudah-minta-maaf-ketua-dprd-dki-batal-polisikan-guru-pembuat-soal-anies-diejek-mega-VQr9KitHED.jpg Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi maafkan guru pembuat soal "Anies diejel Mega" (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi memaafkan Sukriman, guru SMP 250 Cipete yang membuat soal ujian "Anies diejek Mega", setelah meminta maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut.

Politikus PDI Perjuangan itu pun tak jadi melaporkan Sukirman ke polisi dan menerima kedatangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana, Plt Kepsek SMP 250 Cipete Setia Budi, dan Sukirman.

"Kemarin kami sangat marah sekali karena apapun cerita dan alasannya saya enggak terima. Saya mau melaporkan ke polisi sebenarnya hari ini. Tapi ternyata kedatangan jam 3 tadi Bu Kadis. Bu Kadis minta dibukakan hati untuk permintaan maaf ini yang secara terbuka dan kebetulan kami sudah dapat video Pak Sukirno," kata Pras di kantornya, Rabu (16/12/2020).

Prasetio mengatakan, sebagai orang timur mempunyai budaya untuk saling memaafkan. Selain itu, ia pun mengakui bahwa kemarahannya sudah mereda setelah adanya permintaan maaf Sukirman kepada Megawati.

"Saya kemarin karena menyangkut Ibu Presiden kelima, Megawati akhirnya terketuk lah saya sebagai pimpinan DPRD, dan saya bilang ke Pak Kirno, Kepsek, dan Kadis tolong ini juga harus konsolidasi yang baik lagi karena bukan apa-apa, kata-kata nama ini kan juga pengaruhi, apalagi yang dicontohkan Presiden kelima Ibu Mega yang kebetulan Ketum Partai saya," ujarnya.

Baca Juga : Guru Pembuat Soal "Anies Diejek Mega" Minta Maaf

Ia pun legawa setelah adanya permintaan maaf dari Sukirman. Apalagi, lanjut dia, permintaan maaf tersebut telah disampaikan langsung ke hadapan media.

Dia juga tak akan mengintervensi Disdik dalam memberikan sanksi kepada Sukirman. Menurut dia, sanksi tersebut merupakan wewenang Pemprov DKI Jakarta. "Masalah itu bukan di saya, tapi saya minta melalui Bu Kadis bahwasannya Pak Kirno dikasih surat peringatan," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini