Peristiwa 17 Desember: Meninggalnya Kim Jong Il

Riezky Maulana, iNews · Kamis 17 Desember 2020 05:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 338 2329104 peristiwa-17-desember-meninggalnya-kim-jong-il-jGpjQqNskB.jpg Mantan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong Il (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pada 17 Desember banyak peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi di dalam maupun luar negeri. Mulai dari ditutupnya SEA Games pertama di Bangkok Thailand hingga HUT Kodam V Brawijaya.

Agar mengingat serta menambah wawasan sejarah, MNC Media merangkum sejumlah peristiwa penting dan bersejarah.

1. Penutupan SEA Games pertama di Bangkok, Thailand Tahun 1959

SEA Games berhubungan erat dengan Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara atau disebut Southeast Asian Peninsular Games) atau disingkat SEAP Games. SEAP Games awal mulanya dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, pada saat itu Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuannya untuk mempererat kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan Asia Tenggara.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok yang dimulai sejak tanggal 12 hingga 17 Desember 1959. Pada gelaran pertamanya, gelaran ini diikuti lebih dari 527 atlet dan panitia, yang berasal dsri Thailand, Burma, Malaysia, Singapura, Vietnam serta Laos yang berlaga dalam 12 cabang olahraga.

Ketika ditutup, sebagai tuan rumah, Thailand menempati urutan pertama perolehan mendsai, yang disusul oleh Burma (sekarang Myanmar) di posisi kedua. Negara tetangga, Malaysia berada di urutan ketiga.

2. Meninggalnya Kim Jong Il di Usia 69 Tahun

Berdasarkan versi resmi biografinya, Kim Jong Il lahir pada 16 Februari 1942. Dirinya meninggal tepat tujuh sembulan tahun silam di usianya yang mencapai 69 tahun.

Kim Jong Il telah menjabat sebagai pemimpin Korea Utara (Korut) sejak Tahun 1994. Dirinya menggantikan ayahnya, Kim Il-sung, yang telah memimpin Korut sejak 1948. Kim Jong-il diangkat menggunakan sistem di mana dialah satu-satunya calon pemimpin.

Semasa hidupnya, Kim Jong Il yang mendapat julukan Dear Leader. Dirinya juga menjabat berbagai macam jabatan seperti Ketua Komisi Pertahanan Nasional dan Sekretaris Jenderal Partai Pekerja Korea.

Dikabarkan Kim Jong Ilmeninggal ketika sedang melakukan perjalanan dengan kereta api. Dugaan meninggalnya Kim Jong Il karena dirinya kelelahan fisik dan mental.

Dia dimakamkan di Istana Pemakaman Kumsusan, Pyongyang dan ulang tahunnya dirayakan sebagai salah satu hari libur di Korut.

3. Hari Lahirnya Kodam V/Brawijaya

Pada tanggal 17 Desember 1951, bertepatan dengan hari ulang tahun Divisi I Jawa Timur yang ke-3 diresmikanlah sebutan Divisi I Brawijaya, sebagai pengganti Divisi Jawa Timur.

Nama Brawijaya adalah suatu dinasti masa kerajaan Majapahit yang telah berhasil mempersatukan wilayah nusantara dan menjadikan Majapahit sebagai kerajaan yang mampu mencapai kejayaan yang gemilang.

Awalan Bra atau Bhre pada nama Brawijaya, mengandung arti Agung, suatu gelar kehormatan yang diberikan kepada seorang pemuda ksatria, pendiri (negara) kerajaan Majapahit bernama Wijaya.

Penokohan Brawijaya bagi TNI Divisi I Jawa Timur, tiada lain adalah agar sifat-sifat kepemimpinan, keperwiraan dan keprajuritan yang dimiliki dan telah dibuktikan oleh wijaya dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada prajurit Divisi I Jawa Timur dalam rangka menunaikan tugas pengabdiannya terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Kekuatan Divisi Brawijaya ketika kali pertama dibentuk dengan menunjuk Kolonel Sungkono sebagai Panglima Divisi. Sedangkan Kepala Staf Divisinya ada sosok Letnan Kolonel Suwondo.

Divisi I/Brawijaya berubah menjadi Tentara Teritorium V/ Brawijaya

Ssesuai dengan Instruksi KSAD Nomor: 2/KS/Instr/52 tanggal 5 Januari 1952, Divisi I Brawijaya diresmikan menjadi Tentara Teritorium V/ Brawijaya (TT V/Brawijaya). Perubahan ini didasarkan pada pembagian wilayah Militer Indonesia kedalam tujuh Teritorium.

Tentara Teritorium V/Brawijaya menjadi Kodam VIII/Brawijaya.

Sesuai Keputusan KSAD Nomor: Kpts/952/10/1959, sebutan TT V/Brawijaya diganti Komando Daerah Militer (Kodam VIII/Brawijaya). Perubahan ini didasarkan pada perubahan pembagian wilayah/daerah militer, dari tujuh Teritorium menjadi 17 Kodam.

Kodam VIII/Brawijaya menjadi Kodam V/Brawijaya

Sesuai Keputusan KSAD Nomor Kep/4/1985 tanggal 12 Januari 1985, sebutan Kodam VIII/Brawijaya, berganti menjadi Kodam V/Brawijaya. Perubahan ini disebabkan adanya reorganisasi yang dilakukan TNI-AD, berpedoman pada prinsip" A Small Effective Unit " sehingga dari 17 Kodam disusun kembali menjadi 10 Kodam saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini