Polisi Masih Analisa Laporan Terhadap Haikal Hasan

Helmi Syarif, Koran SI · Kamis 17 Desember 2020 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 338 2329408 polisi-masih-analisa-laporan-terhadap-haikal-hasan-CvD9DtOyj2.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Laporan terhadap Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan dengan tudingan menyebarkan berita bohong, masih dianalisa oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, laporan yang diterima oleh penyidik baru saja masuk dan masih dilakukan analisa.

“Laporan baru masuk dan masih dianalisa,” kata Yusri kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Baca juga:  Ini Cerita Mimpi Haikal Hassan saat Didatangi Rasulullah

Usai dianalisa, baru bisa ditentukan apakah naik penyelidikan atau malah tidak bisa teruskan.

“Nanti kita lihat setelah dianalisa, apakah kasusnya bisa naik sidik atau tidak,” tegasnya.

 Baca juga: Cerita Mahfud soal Mimpi Gus Dur Bertemu Bung Karno, Netizen: Nyindir Haikal Hassan?

Seperti diketahui, Haikal Hasan dilaporkan oleh Husain Shihab yang merupakan mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena menceritakan telah bertemu Nabi Muhammad SAW dalam mimpinya, laporan tersebut dari cerita Haikal yang terjadi pada saat pemakaman laskar FPI yang tewas pasca baku tembak dengan anggota Polda Metro Jaya. Cerita itu kemudian viral di lini massa setelah diunggah oleh salah satu akun medsos.

"Ya itu ceramah Haikal Hasan yang terjadi saat pemakaman lima orang yang diduga melakukan baku tembak dengan aparat Kepolisian di Km 50 yang kemudian viral disebarkan oleh pemilik akun Twitter @wattisoemarsono," ungkap Husein.

Dia menyebut pelaporan yang dia lakukan merupakan hak dari setiap warga negara yang melaporkan adanya berita bohong. Menurutnya, cerita Haikal cukup berbahaya dan diklaimnya bisa menggiring opini masyarakat.

Menurut Husein, lebih baik dicegah dengan cara bikin laporan walau nanti dirinya akan minta ke para ulama untuk memberi pendapat, sehingga masyarakat tidak disesatkan dengan ceramah tersebut.

Laporan polisi itu tertuang pada nomor bukti laporan polisi TBL/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. Pelapor dalam laporan polisi ini yakni Husein sendiri dan terlapor Haikal Hassan serta pemilik akun @wattisoemarsono.

Untuk pasal yang dilaporkan yaitu Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahub 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf A KUHP dan atau Pasal 14-15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Pasal tersebut berkaitan dengan tindak pidana menyebarkan berita bohong menyebabkan keonaran dan rasa kebencian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini