Ketika Keluarga Jenguk Gubernur Anies yang Isolasi Mandiri di Rumah Dinas

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 17 Desember 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 338 2329746 ketika-keluarga-jenguk-gubernur-anies-yang-isolasi-mandiri-di-rumah-dinas-zeGBL6gwmq.png Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat dijenguk keluarga (foto: Instagram)

JAKARTA - Lebar jendela kaca menjadi pembatas interaksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat dijenguk keluarganya yang tengah melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya, Kamis (17/12/2020).

Sunyi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Taman Suropati semakin membuat haru pertemuan Anies bersama keempat buah hatinya, yakni Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, dan Ismail Hakim.

Untuk pertama kalinya mereka bisa saling bertemu walaupun jendela kaca menjadi pembatas. Tak ada salim, peluk, apalagi cium tanda sayang antara ayah kepada anak-anaknya.

Baca juga:  16 Hari Isolasi Mandiri, Apa Kabar Anies Baswedan?

Anies telah mengisolasi diri selama 16 hari setelah terpapar Covid-19 pada Selasa 1 Desember 2020 lalu.

Senyum tersungging tempak jelas dalam pertemuan yang berlangsung haru itu. Foto-foto pertemuan itu diposting istri Anies, Fery Farhati di Instagram pribadinya, @fery.farhati.

Baca juga:  Anies Masih Isolasi Mandiri, Wagub DKI: Kondisinya Baik, seperti Saya OTG

Keluarga Anies tampak menggunakan masker sementara Anies sempat melepas maskernya untuk menunjukkan senyum bahagia saat bertemu keluarganya. Mereka pun mengabadikan momen pertemuan haru ini dengan selfie bersama.

 

Puncak haru semakin terasa sesaat keluarga yang ingin meninggalkan Anies untuk kembali mengisolasi diri. Sebelum pulang, tampak putra dan putri Anies saling menempelkan telapak tangan mereka ke tangah Abahnya dengan "tembok" pemisah jendela kaca.

Fery pun menuliskan postingan yang menggambarkan kerinduan keluarganya kepada orang nomor satu di Ibu Kota itu. Postingan itu diawali dengan kalimat "Menjenguk Abah".

"16 hari berlalu di rumah kami tanpa kehadiran @aniesbaswedan yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dinas. Rindu tentunya," tulis dia.

Selama ini, kata dia, Anies selalu sibuk berkegiatan di luar rumah, tapi abah yang paling dinantikan kehadirannya oleh anak-anak.

"Bahkan rela untuk menunggu abah yang pulang larut malam, demi mendapatkan pelukan atau sekedar cerita tentang apa yg dialami seharian," ujar Fery

Menurut dia, sosok abah selalu hadir dan lekat di hati anak-anaknya. Pertemuan berlangsung singkat itu pun dilakukan sebagai pengobat rindu setelah 16 hari tanpa bertemu.

"Kali ini kami ingin hadir untuk abah. Melepas rindu sejenak dari balik jendela. Teriring doa, semoga segera sembuh dan bisa segera berkumpul lagi bersama di rumah," lanjut dia.

Fery juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum tuntas. Sehingga, setiap keluarga di Jakarta harus menerapkan protokol kesehatan.

"Jaga diri kita demi menjaga orang-orang yang kita cintai. Nikmatilah momen kebersamaan dengan keluarga di penghujung tahun ini dengan di rumah saja," tulis dia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, pihaknya mencatat penambahan 1.690 kasus Covid-19 baru di Jakarta pada hari ini.

Pemprov DKI melakukan tes PCR sebanyak 13.969 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 11.275 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.395 positif dan 9.880 negatif.

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.690 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 295 kasus dari 3 laboratorium swasta, 7 hari terakhir yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 176.027. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 82.392," terangnya.

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 297 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 12.265 (orang yang masih dirawat/isolasi).

Sedangkan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 158.033 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 142.741 dengan tingkat kesembuhan 90,3%, dan total 3.027 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,9%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,4%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,4%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini