Wisatawan ke Puncak Bogor Wajib Tunjukan Hasil Rapid Test Antigen

Haryudi, Koran SI · Senin 21 Desember 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 338 2331479 wisatawan-ke-puncak-bogor-wajib-tunjukan-hasil-rapid-test-antigen-jkB2WcT9qi.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin menyerukan kepada masyarakat yang hendak berkunjung ke sejumlah tempat wisata, dan penginapan di kawasan Puncak wajib menunjukan hasil rapid test antigen.

Himbauan tersebut merupakan salah satu point upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19 di masa libur hari raya Natal 2020, dan Tahun Baru 2021 yang tertuang dalam Seruan Bupati Bogor nomor: 423/COVID-19/Sekret/XII/202020.

Baca juga:  Ini Jadwal Penutupan Jalur Puncak saat Malam Tahun Baru

Ade Yasin menyebutkan, selain tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan menerapkan 3M dan tidak tidak berkerumun, juga meminta kepada para wisatawan yang berkunjung untuk menunjukan hasil rapid antigen.

Baca juga:  Jalur Puncak Ditutup saat Malam Tahun Baru

"Khusus bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata dan atau menginap di hotel/resort/cottage di wilayah Kabupaten Bogor agar menunjukan Hasil Rapid Tes Antigen yang masih berlaku paling lama 3x24 jam sebelum kedatangan," ungkapnya, Senin (21/12/2020).

Ia menjelaskan, seruan ini berlaku mulai Senin 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021.

Dalam seruan tersebut juga, Ade meminta masyarakat untuk memprioritaskan berada di dalam rumah dan mengurangi keglatan di luar rumah, kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak.

"Setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara/penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktifitas selama libur natal dan tahun baru," tuturnya.

 

Selain itu, wajib juga melaksanakan protokol kesehatan diantaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan membatasi aktintas di tempat umum/keramaian.

"Dilarang menyelenggarakan perayaan pergantian malam tahun baru 2021 baik didalam maupun diluar ruangan. Kemudian dilarang menggunakan/menjual petasan, kembang api, terompet dan sejenisnya," katanya.

Menurutnya, setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara/penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Khusus pada tanggal 24 Desember 2020 sampai dengan 27 Desember 2020 dan tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021. Bagi individu/keluarga mengurangi kegiatan di luar rumah," katanya.

Terkait dengan itu, kecuali untuk melaksanakan kegiatan ibadah, pemenuhan kebutuhan mendasar dan atau mendesak.

"Serta pelaku usaha menerapkan balasan jam operasional paling lama sampai dengan pukul 19.00 WIB," pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor terus melonjak. Data terbaru pada Minggu 20 Desember 2020, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor telah mencapai 4.678 orang.

Rinciannya, sembuh 3.946 orang, meninggal 73 orang dan positif aktif atau masih sakit sebanyak 653 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini