Dear Warga Bogor, Ini Akibatnya Jika Nekat Bikin Kerumunan di Tahun Baru

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 22 Desember 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 338 2332110 dear-warga-bogor-ini-akibatnya-jika-nekat-bikin-kerumunan-di-tahun-baru-8ZV4N1EvV9.JPG Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Arsal Sahban ()

BOGOR - Polisi melarang adanya kerumunan massa pada malam Tahun Baru di wilayah Kota Bogor. Jika ditemukan, polisi bersama aparat gabungan dengan tegas akan membubarkan kerumunan tersebut.

"Kita tentu akan mengamankan. Patroli gabungan pasti kita lakukan, juga pemantauan-pemantauan apabila ada kerumunan massa pasti akan kami bubarkan," kata Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arsal Sahban, kepada Okezone, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, pihaknya juga melarang peredaran petasan atau kembang api saat malam Tahun Baru. Tidak hanya bisa menimbulkan kerumunan, petasan juga berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain.

"Iya dilarang (petasan). Apalagi mengganggu masyarakat dan juga berbahaya kalau diarahkan ke orang lain. Saya kira selama ini hampir gak ada lagi petasan. Tapi pasti akan kita tindak kalau ada yang membunyikan petasan. Kan beberapa kali juga ada penangkapan pembuatan petasan," tegas Arsal.

Ia pun berpesan, sebaiknya masyarakat merayakan malam Tahun Baru di rumah dan hindari kerumunan. Hal tersebut demi mencegah penularan covid-19.

"Kita semua saling menjaga mengantisipasi karena pandemi ini sangat luar biasa. Kita gak tau kadang kena tapi gak ada gejala, tanpa kita sadari kita bisa menularkan kepada orang lain. Kalau itu terus terjadi itu tidak akan pernah selesai. Saya kira apa yang jadi kebijakan pemerintah untuk meniadakan pesta malam Tahun baru itu langkah tepat," ungkapnya.

Seperti diketahui, sebanyak 1.067 personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan lainnya disiagakan dalam Operasi Lilin Lodaya 2020 di Kota Bogor. Operasi ini dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Ratusan personel itu disebar ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan objek vital lainnya di Kota Bogor. Sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz, operasi ini untuk mencegah berbagai potensi ganguan keamanan dan ketertiban mulai dari terorisme, kriminalitas hingga bencana alam.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini