Pimpinan Ponpes di Bogor Sepakat Tangkal Radikalisme dan Hormati Minoritas

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 22 Desember 2020 22:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 338 2332450 pimpinan-ponpes-di-bogor-sepakat-tangkal-radikalisme-dan-hormati-minoritas-llohRCfHsX.jpg Pimpinan Ponpes gelar istigosah (Foto: istimewa)

BOGOR - Para pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar istighosah dan deklarasi bertemakan "Menangkal Radikalisme bagi Generasi Muda Santri Milenial".

Acara tersebut digelar di Aula Pondok Pesantren Al Minhaj Al Islami di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sesepuh pondok dan tokoh agama KH Tubagus Nawawi Mahfud melalui keterangan tertulis, Selasa, menyatakan, Islam adalah ajaran "Rahmatan Lil Alamin", sehingga umat Islam wajib mengamalkan ajaran agama Islam yang menjunjung tinggi kedamaian.

“Selain itu umat Islam wajib menghormati keyakinan umat minoritas yang ada di Indonesia,” kata KH Tubagus Nawawi.

Sedangkan, tokoh agama Ahmad Husaini menegaskan mencintai dan membela Tanah Air adalah bagian dari fitrah manusia, sama halnya dengan mencintai diri sendiri.

"Sehingga sewajarnya dan seharusnya umat Islam di Indonesia mencintai Tanah Air Indonesia dengan sepenuh hati," ujar Ahmad Husaini.

Selain KH Tubagus Nawawi Mahfud dan Ustad Ahmad Husaini, acara istighosah dihadiri pimpinan Ponpes Al Minhaj Al Islami KH Abdullah Nawawi dan Ustad Mardi Zubri.

Kegiatan tersebut menginisiasi upaya penolakan terhadap gerakan yang terafiliasi dengan radikalisme, terorisme, dan ekstremisme yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, serta Peraturan Perundang-Undangan.

KH Abdullah Nawawi sempat mengawali diawali pembacaan salawat dan doa kepada Rasulullah SAW, para wali, para ulama serta mendoakan agar negara selalu aman dan sejahtera.

Sementara itu, para santri mendeklarasikan seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran paham dan/atau gerakan radikalisme, terorisme, ekstremisme, dan/atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Kami mengajak seluruh ulama santri untuk senantiasa menebar nilai Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah Asya Arriyah Maturiddiyah Wannahdiyyah yang Rahmatan Lil Alamin,” tertera pada salah satu poin deklarasi yang disampaikan para santri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini