Kemendagri Endus Kejanggalan di RAPBD DKI, Ariza: Sedang Proses Evaluasi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 23 Desember 2020 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 338 2332930 kemendagri-endus-kejanggalan-di-rapbd-dki-ariza-sedang-proses-evaluasi-a7zJayaARz.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menemukan anggaran janggal dalam putusan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta dalam rapat paripurna pada Senin 7 Desember 2020.

Kemendagri menemukan total Rp580 miliar anggaran janggal dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) mulai pengadaan alat kedokteran hingga pembelian baju.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, Kemendagri masih terus mengevaluasi RAPBD DKI Jakarta. Menurut dia, evaluasi anggaran juga dilakukan Kemendagri untuk provinsi lainnya.

"Memang sekarang sedang proses evaluasi di Kemendagri, tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh provinsi, kabupaten/kota," kata Ariza di Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Baca Juga:  RAPBD DKI 2021 Sebesar Rp84,19 Triliun, Wagub: Penanganan Corona Jadi Prioritas 

Ariza memastikan, pihaknya akan menunggu evaluasi anggaran yang dilakukan Kemendagri. Dalam rapat paripurna itu, APBD DKI Jakarta disahkan menjadi Rp8,4 triliun dengan rincian bertambah Rp1,7 triliun dari KUA-PPAS 2021 DKI Jakarta sebesar Rp82,5 triliun.

"Tunggu apa hasil daripada evaluasi Kemendagri, nanti kita akan koordinasikan. Selama ini memang rutin tiap tahun dibantu oleh Kemendagri dalam rangka pengecekan, anggaran itu tidak hanya sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan tapi juga harus tepat guna, tepat sasaran," tuturnya.

Baca Juga:  APBD DKI 2021 Rp82,5 Triliun Prioritaskan Banjir dan Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik menyayangkan dugaan anggaran janggal yang disampaikan Kemendagri. Dia ingin pejabat Kemendagri bisa berdiskusi dengan anggota parlemen Kebon Sirih guna membahas anggaran janggal tersebut.

"Saya ingin mengajak Mendagri diskusi di sini di DPRD jadi jangan kita sudah buat ada aturan baru, kemudian itu disalahkan. Makanya sebenarnya kalau ngomong tuh dipilah dong ada kegiatan DPRD ada kegiatan kesekwanan jangan DPRD saja. Itu bukan urusan kita yang kemarin disebut-sebut itu nggak ada tuh hubungannya dengan anggota DPRD," lanjut dia.

"Karena itu saya mengajak DPRD akan mengundang lah Kementerian Dalam Negeri untuk mendiskusikan itu supaya jangan muncul ke publik dulu gitu lho. Sekarang kan bukan kegiatan kita DPRD itu kan ada dua, ada kedewanan, ada kesekwanan. Nah ini urusan kesekwanan tapi disebutnya DPRD aja gitu," tuturnya.

Taufik menyayangkan pernyataan Kemendagri di media yang menyebut adanya anggaran yang janggal di DPRD. Padahal, sambung dia, evaluasi APBD DKI 2021 masih berada di tangan Kemendagri.

"Jangan gampang ngomong juga gitu supaya kita diskusi dulu apa ini. Ini kan kadang kala ini udah dibuat aturannya. Datang terus dibilang 'eh lu nggak cocok sesuai aturan ya, kita buat lagi dong'. Kalau begitu makanya kita perlu diskusi yang arif itu mestinya jangan ngomong dulu ke media, tanya dulu ini gimana nih," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini