Soal RAPBD DKI, Kemendagri: Bukan Janggal, Kesalahan Masukkan Data di Sistem

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 23 Desember 2020 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 338 2333073 soal-rapbd-dki-kemendagri-bukan-janggal-kesalahan-masukkan-data-di-sistem-fdPrz5j7zO.jpg Balai Kota DKI (Foto: Sindo)

JAKARTA - Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Bahri meluruskan pernyataan soal adanya dugaan anggaran janggal di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta 2021.

Menurut dia, terdapat kesalahan penginputan data dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) RAPBD DKI Jakarta mulai pengadaan alat kedokteran hingga pembelian baju. "Kesalahan memasukkan di sistem," kata Bahri di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/12/2020).

"Jadi mohon izin saya sampaikan, bukan janggal, ada terdapat kesalahan kode rekening saja. Kode rekening kan sekarang baru nih, ada salah penempatan rumahnya aja. Jadi bukan janggal, mohon izin diluruskan," tambah dia.

Baca Juga:  Kemendagri Endus Kejanggalan di RAPBD DKI, Ariza: Sedang Proses Evaluasi

Ia menambahkan, Kemendagri akan mengevaluasi kesalahan memasukkan kode rekening dalam anggaran DKI Jakarta. "Jadi kode rekeningnya itu kan kode rekening sub kegiatannya penyusunan rancangan APBD, isinya di dalam ada belanja alat kedokteran, nah itu kita luruskan, ada kesalahan penempatan. Karena berlaku sekarang kode rekening baru berdasarkan Permendagri 90," jelasnya.

Bahuri meminta media untuk menanyakan langsung anggaran apa saja yang sebelumnya diduga janggal RAPBD DKI Jakarta 2021 kepada Kapuspen Kemendagri Benny Irawan. Kapuspen Kemendagri, kata dia, nantinya akan menjelaskan polemik dugaan temuan anggaran janggal di RAPBD DKI Jakarta.

"Nanti konfirmasi ke Pak Beni ya, karena sudah diarahkan ke sana," tutur dia.

Baca Juga:  RAPBD DKI 2021 Sebesar Rp84,19 Triliun, Wagub: Penanganan Corona Jadi Prioritas 

Sebelumnya, Kemendagri masih menemukan anggaran janggal dalam putusan RAPBD DKI Jakarta dalam rapat paripurna pada Senin 7 Desember 2020. Kemendagri menemukan total Rp580 miliar anggaran janggal dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) mulai pengadaan alat kedokteran hingga pembelian baju.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, Kemendagri masih terus mengevaluasi RAPBD DKI Jakarta. Menurut dia, evaluasi anggaran juga dilakukan Kemendagri untuk provinsi lainnya.

"Memang sekarang sedang proses evaluasi di Kemendagri, tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh provinsi, kabupaten/kota," kata Ariza di Kodam Jaya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini