DKI Baru Cukupi 65% Kebutuhan Air Warga

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 23 Desember 2020 21:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 338 2333108 dki-baru-cukupi-65-kebutuhan-air-warga-fhQ5IRZbTJ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PAM Jaya menyebut pihaknya baru mencukupi 65% kebutuhan air untuk warga DKI Jakarta. Selain itu, ketergantungan terhadap air curah maupun air baku di Ibu Kota mayoritas berasal dari luar kota.

Direktur Utama PAM Jaya Bambang Hernowo mengatakan, saat ini pihaknya menggunakan 82% stok air yang berasal dari Jatiluhur, 12% dari Tangerang, dan 6% kebutuhan air lainnya dari Jakarta. 

PAM Jaya memiliki 20.727,5 liter per second (LPS) dengan panjang pipa 11.900 km, dan pelanggan PAM saat ini sampai dengan Oktober 2020 tercatat sebanyak 888.342 pelanggan.

"Dengan jumlah pelanggan ini, coverage kita masih di angka 65 persen," kata Bambang dalam diskusi daring 'Balkoters Talks', Rabu (23/12/2020).

Baca Juga: Soal RAPBD DKI, Kemendagri: Bukan Janggal, Kesalahan Masukkan Data di Sistem

Bambang menerangkan, PAM Jaya memiliki lima rencana guna memenuhi cakupan layanan air minum perpipaan sampai 100% untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota.

Pertama, PAM Jaya tengah menambah pasokan air baku dengan menambah water tereatment plant (WTP) PAM Jaya. WTP tersebut di antaranya adalah sistem penyediaan air minum (SPAM) Ciliwung sebanyak 200 LPS, SPAM hutan kota sebesar 500 LPS, SPAM Pesanggrahan sebesar 750 LPS, dan uprating di Buaran 3 sebanyak 3000 LPS.

"SPAM di hutan kota telah selesai. Lalu, untuk uprating di Buaran, kita punya lahan di Buaran yang bisa kita manfaatkan dan menaikkan 1000 LPS menjadi 4000 LPS di sana," ujar Bambang.

Kedua, tambahan pasokan air curah SPAM regional dari kegiatan strategis nasional, di antaranya adalah SPAM Jatiluhur 4.000 LPS dan SPAM Karian 3.200 LPS.

Baca Juga: PNS DKI Dilarang Pelesiran saat Libur Nataru, Sanksi Menanti jika Melanggar

Bambang menerangkan, rencana ketiga PAM Jaya ingin segera menuntaskan pekerjaan rumah soal kebocoran air atau non revenue water (NRW) dengan merehabilitasi, distribusi perpipaan, hingga pencegahan jaringan pipa ilegal.

"Kita harus menurunkan NRW supaya kita bisa menambah pasokan itu sendiri yang saat ini sudah ada ada airnya tapi terbuang," tutur dia.

PAM Jaya berupaya menghemat air Dengan memindahkan air tanah ke dalam sistem air minum perpipaan. Selama ini aspek lingkungan menjadi terganggu bila terjadi ekstraksi air tanah secara besar besaran.

"Inilah peran PAM Jaya untuk bisa mengkonversi dengan menyediakan air perpipaan untuk menggantikan air tanah dalam yang ada sekarang," ucap Bambang.

Rencana kelima PAM Jaya dengan melakukan edukasi kepada warga soal penghematan air dan pemindahan dari air tanah dalam ke air minum perpipaan yang dilayani PAM Jaya. Menurut Bambang, masih banyak daerah di DKI yang memiliki air tanah dengan kualitas bagus, namun tidak ada jaminan kualitas air tersebut akan bertahan lama.

"Makanya kita edukasi ke warga agar jadi pelanggan PAM Jaya," imbuhnya.

Bambang menambahkan, kondisi fiskal Pemprov DKI yang mengalami kontraksi akan berimbas terhadap penyertaan modal daerah (PMD) PAM Jaya. Sehingga, perusahaan plat merah milik Ibu Kota ini harus mencari sumber pendanaan secara kreatif.

"Total investasi yang kita butuhkan kurang lebih sebesar Rp27 triliun hingga Rp28 triliun untuk bisa mencapai 100 persen cakupan layanan, targertnya di tahun 2030," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini