Hendak Diperkosa, Dokter Cantik Jadi Korban Kebiadaban Satpam Hotel hingga Kepalanya Retak

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Kamis 24 Desember 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 338 2333381 hendak-diperkosa-dokter-cantik-jadi-korban-kebiadaban-satpam-hotel-hingga-kepalanya-retak-jsnixaNPyk.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Melawan saat hendak diperkosa, dokter muda, Ranisa Larasati menjadi korban kebiadaban satpam Hotel Bambu Inn, berinisial AJ. Pelaku menggunakan kunci inggris memukul korbannya hingga sembilan kali membuat kepala tengkoraknya retak.

(Baca juga: Dokter Muda Dianiaya Satpam Hotel hingga Bonyok)

Saat ini, Ranisa masih terbaring lemah di RS Harapan Kita. Kepala hingga pelipisnya terluka membuat dirinya masih belum sadar diri lantaran alami gegar otak ringan.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie S. Latuheru memaparkan kejadian bermula saat Ranisa hendak mengikuti sertifikasi dokter di tempat itu.

Sempat memarkirkannya di basement hotel. Karena operasi hotel menggunakan kartu akses, Ranisa lantas bersama AJ menuju ke lantai 1 tempat di selenggarakan acara menggunakan lift.

Di dalam lift, pelecahan sempat terjadi, AJ kala itu mencoba mencumbui Ranisa namun ditolak. Kesal, AJ mengiring Ranisa ke rooftop hotel di lantai 6 dan mencoba memperkosannya.

“Disana korban melawan dan membuat AJ marah, pukulan sembilan kali dilayangkan ke kepala membuat korbanya tersungkur,” kata Kapolres saat merilis kasus itu, Kamis (24/12/2020).

Setelah gagal memperkosa, AJ kemudian merampok seluruh uang tunai milik dokter berparas cantik tersebut. Tak hanya itu dengan kepala bercucur darah, Ranisa lantas dibawa ke basement untuk kembali ke mobilnya. “Pelaku kemudian mengusir korbannya,” sambung Audie.

Setelah kejadian, kata Kapolres, Ranisa yang keluar dari hotel lantas meminta pertolongan warga sekitar yang kemudian menggruduk hotel dan tercium oleh piket Satreskrim.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan setelah kasus itu, Kanit Krimum, AKP Dimitri langsung memerintahkan anggota gabungan Jatanras dan Resmob untuk menangkap pelaku yang tercium bersembunyi di Tangerang Selatan. “Kurang dari 12 jam pelaku kami amankan,” tambahnya.

Dihadapan polisi, kata Arsya, pelaku tak berkutik dan mengakui segala kejahatan. Meski demikian, pelaku sempat mengelabuhi kejahatannya diawali karena Ranisa melindas kakinya. Namun hal itu hanya alibi setelah olah TKP dan pemeriksaan saksi dilakukan. “Ternyata itu hanya nafsu pelaku aja,” katanya.

Arsya melanjutkan dalam pemeriksaan. Pihaknya tak menemukan bila pelaku terpengaruh minuman keras maupun narkoba. Artinya, kata Arsya, pelaku melakukan perbuatannya secara sadar dan mengetahui hukumannya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan percobaan pemerkosaan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya seorang Sekuriti hotel Bamboo Inn di kawasan Palmerah, Jakarta Barat bernama Abdul Jabar dikabarkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang dokter wanita bernama Ranisa Larasati.

Kepala dokter tersebut dipukul menggunakan kunci Inggris, kejadian tersebut di ketahui terjadi pada minggu 20 Desember 2020.

Atas kejadian tersebut, kepala dokter wanita itu terluka dan harus menjalani penanganan medis secara serius di RS Harapn Kita Jakarta Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini