Pengemudi Hyundai Jadi Tersangka Kecelakaan Pasar Minggu, Terbukti Senggol Mobil Polisi

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 26 Desember 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 338 2334247 pengemudi-hyundai-jadi-tersangka-kecelakaan-pasar-minggu-terbukti-senggol-mobil-polisi-axtXbWExiK.jpg Kecelakaan Pasar Minggu. (Foto: Tangkapan layar video viral)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menetapkan pengemudi mobil Hyundai, Handana Riadi Hanindyoputro, sebagai tersangka kasus kecelakaan maut di ruas Jalan Raya Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat 25 Desember 2020. Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. 

"Penyidik Ditlantas Polda Metro Jaya menetapkan saudara H yaitu pengemudi Hyundai sebagai tersangka dari kasus kecelakaan ini," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (26/12/2020)

Sambodo menuturkan kecelakaan yang menewaskan satu orang itu tidak dapat berdiri sendiri. Kecelakaan terjadi akibat mobil Innova silver yang dikemudikan Aiptu Imam Chambali, diserempet mobil Hyundai hitam milik Handana. 

Penetapan tersangka terhadap Handana didukung sejumlah alat bukti. Sambodo mengatakan, dua orang saksi yang diperiksa mengaku melihat mobil milik Handana menyalip dari sebelah kiri. 

Handana menabrak mobil milik Imam hingga hilang kendali dan meluncur ke jalur yang berlawanan arah dan menabrak tiga motor. 

"Kedua, yang sangat jelas alat bukti rekaman CCTV (closed-circuit television) ynag kami dapat dari sebuah toko tidak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara)," bebernya. 

Baca juga: Usut Kecelakaan di Pasar Minggu, Polisi Amankan Rekaman CCTV

Rekaman CCTV juga memperlihatkan mobil milik Handana menabrak mobil milik Imam hingga menyebabkan hilang kendali. Bukti-bukti tersebut diperkuat dari bukti kerusakan Hyundai hitam milik Handana.  

"Kerusakan kendaraan Hyundai memanjang dari sisi pintu depan sebelah kanan dekat roda sampai ke belakang dan ada lekukan di dekat pintu depan kanan," ungkap Sambodo. 

Cat warna hitam juga menempel di bagian depan kiri kendaraan Innova Silver milik Imam. Bagian tersebut juga menyisakan sedikit lekukan.

Handana pun membenarkan peristiwa tersebut usai penyidik memperlihatkan hasil rekaman CCTV kecelakaan maut itu. Handana mengatakan ia berusaha menghentikan mobil Innova milik Imam. 

"Dengan tujuan untuk meminta pertanggungjawaban akibat sebelumnya tersangka mengaku telah dipukul oleh Aiptu IC (Imam Chambali)," kata Sambodo. 

Tersangka disangkakan Pasal 311 ayat 5 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dengan pidana penjara maksimal 12 tahun dan atau denda Rp24 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini