Anaknya Tewas, Ibu Ini Mengamuk Pukuli Komplotan Begal Akatsuki

Rahmat Hidayat, iNews · Senin 28 Desember 2020 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 338 2335204 anaknya-tewas-ibu-ini-mengamuk-pukuli-komplotan-begal-akatsuki-zTo44ccta9.jpg Geng motor Akatsuki (Foto: Abdullah M Suryaja)

BEKASI - Usai menjadi buruan pihak kepolisian selama hampir satu pekan, tujuh pelaku begal sadis yang dilakukan kelompok geng motor yang menewaskan seorang pelajar di Bekasi, Jawa Barat akhirnya ditangkap petugas gabungan dari Polsek Bekasi Utara dan Polres Metro Bekasi Kota pada Senin (28/12/2020) siang.

Ketujuh pelaku ditangkap di tiga tempat berbeda yaitu di kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Jakarta Timur. Dari tangan para pelaku petugas mengamankan dua buah senjata tajam jenis celurit dan sepeda motor yang digunakan para pelaku. Sementara itu, ibu korban yang datang ke halaman Mapolres sempat terpancing emosi dan memukul pelaku saat hendak digiring ke dalam mobil.

Emosi, Putri Savitri, ibu kandung Andika Putra Prananda, pelajar berusia 16 tahun yang menjadi korban begal sadis kawanan kelompok geng motor di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak terbendung dan memukul pelaku saat petugas Polres Metro Bekasi Kota menghadirkan para pelaku di halaman Mapolres Metro Bekasi Kota pada Senin siang.

Baca Juga:  Bacok Remaja hingga Tewas, Geng Motor 'Akatsuki 2018' Ditangkap 

Ketujuh pelaku yang diamankan petugas yaitu NF alias Belo, AMM, AWS, MA alias Batak/MNF/IDP dan AMI alias Kuple. Ke tujuh pelaku yang diamakan ini merupakan merupakan kawanan geng motor yang mengatas namakan Akadsuki 2018 Bekasi Utara Crazy.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Wijonarko mengatakan, para pelaku yang diamankan ini sengaja mengincar pengendara sepeda seorang diri. Dalam menjalankan aksinya pelaku mengunakan empat sepeda motor dengan membawa senjata, para pelaku langsung memepet korban sempat melakukan perlawanan akibat mempertahankan sepeda motor miliknya.

Namun, para tersangka membacok korban hingga nyawanya tidak bisa diselamatkan akibat sabetan senjata tajam celurit. Setelah tidak berdaya motor korban langsung dibawa pelaku.

Sementara itu, Putri Savitri, ibu korban mengatakan dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar menghukum berat para pelaku, kalau perlu para pelaku dihukum mati karena sudah menghilangkan nyawa anaknya. Dirinya juga tidak akan memaafkan para pelaku.

Baca Juga:  Bapak Berlumuran Darah di Bandung Diduga Dikeroyok Geng Motor

Dari tangan pelaku, petugas kepolisian berhasil mengamankan barang bukti, dua senjata tajam jenis celurit, empat sepeda motor yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ketujuh pelaku terancam Pasal 365 juncto 338 tentang pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman 20 tahun hingga seumur hidup.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini