Penjaga Warung Bacok Pelanggan karena Uang Beli Rokok Kurang

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 29 Desember 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 338 2335454 penjaga-warung-bacok-pelanggan-karena-uang-beli-rokok-kurang-6GDmq9WIfY.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TANGERANG - Sebuah video yang diduga sebagai aksi penusukan di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat dua orang laki-laki sedang cekcok dan salah satunya mengeluarkan senjata tajam.

Kapolsek Cipondoh, AKP Maulana Mukarom mengatakan, kejadian dalam video tersebut adalah pembacokan yang dilakukan oleh seorang penjaga warung terhadap pelanggannya pada Senin 28 Desember 2020 malam. Pembacokan itu rupanya didasari karena uang kurang saat pelanggannya hendak membeli rokok.

"Orang beli rokok, duitnya kurang jadi cekcok mulut. Korban dibacok sama pemilik warung," jelas Maulana.

Baca juga:  Pemuda Ini Dibacok Samurai Gegara Nyalip Rombongan Geng Motor 

Maulana juga menegaskan, bahwa peristiwa yang terjadi dalam video tersebut bukanlah penusukan ataupun tawuran seperti yang tersebar di media sosial. Dalam peristiwa tersebut juga tidak ada korban meninggal dunia.

"Tidak ada penusukan, dan tidak ada tawuran juga, itu korban dibacok sama pemilik warung," ujar Maulana.

Baca juga:  Bacok Tetangga dengan Pedang, Bapak dan Anak Dibui 

Sementara itu, polisi sudah mengamankan pelaku beberapa jam setelah kejadian. Peristiwa tersebut juga sempat membuat arus lalu lintas di sekitar TKP tersendat karena pelaku membacok korban hingga ke tengah jalan.

"Tersangka sudah kita amankan di Polsek Cipondoh," sambung Maulana.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cipondoh, AKP Imron mengatakan belum bisa memberikan informasi lanjutan mengenai peristiwa tersebut karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. Sementara korban juga belum bisa dimintai keterangannya.

"Masih dalam proses lidik, maaf belum bisa memberi informasi lanjutan. Pelaku sudah diamankan, korban belum bisa dimintai keterangan dan kita masih kumpulkan saksi-saksi," ujarnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini