Bawa Hasil Rapid Tes Antigen Kedaluarsa, Pengendara Adu Mulut dengan Petugas di Puncak

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 31 Desember 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 338 2336888 bawa-hasil-rapid-tes-antigen-kadaluarsa-pengandara-adu-mulut-dengan-petugas-di-puncak-KtAowp6T5f.jpg Pengunjung Adu Mulut di Puncak (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Pemeriksaan surat hasil rapid tes covid-19 yang menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sempat diwarnai adu mulut. Terdapat pengendara tidak terima ketika diputar balik oleh petugas karena membawa hasil rapid tes antigen kadaluarsa.

Kejadian itu berawal saat petugas gabungan dari TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Bogor tengah menggelar Operasi Yustisi di sekitaran Simpang Gadog. Petugas memeriksa setiap kendaraan dari arah Jakarta yang menuju kawasan Puncak.

Tak lama, terlihat ada pengendara mobil yang terlibat adu mulut dengan petugas. Pengendara yang tidak diketahui identitasnya itu protes lantaran tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Puncak meski telah menunjukan surat hasil rapid tes antigen.

Beruntung, adu mulut itu tidak berlangsung lama setelah petugas lainnya yang melihat kejadian tersebut melerai dan memberikan pengertian Setelah itu, pengendara tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Kanit Turjawali Ipda Ardian Novianto mengatakan surat rapid tes antigen yang ditunjukan pengendara itu sudah tidak berlaku atau lebih dari 3x24 jam. Alhsil, petugas memintanya untuk memutar balik.

"Mengingat surat seruan dari Bupati Bogor itu hasil negatif rapid tes antigen itu yang berlaku 3 x 24 jam. Sehingga yang tadi terdapat pengunjung membawa hasil negatif rapid tes antigen yang sudah kadaluarsa atau lebih dari 3 x 24 jam, maka kami tetap putar balikkan," kata Ardian, Kamis (31/12/2020).

Petugas di lapangan, kemudian mencoba untuk menenangkan yang bersangkutan dan memberikan pemahaman terkait aturan tersebut. Hingga akhirnya, pengendara mengerti dan mengikuti arahan petugas.

"Memang tadi sedikit ada adu mulut, namun ternyata pengunjung tersebut mengerti dan tetap melaksanakan putar balik atau melaksanakan rapid tes kembali di Masjid Harakatul Jannah," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini