Pengunjung Kawasan Puncak Dirapid Test, 17 Orang Reaktif Ada WNA Asal Yaman

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 02 Januari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 338 2337643 pengunjung-kawasan-puncak-dirapid-test-17-orang-reaktif-ada-wna-asal-yaman-ymeLKRGBD6.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

BOGOR - Sebanyak 1.200 pengunjung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengikuti rapid antigen selama libur Natal dan Tahun Baru. Dari jumlah tersebut, 17 orang hasilnya dinyatakan reaktif.

"Selama libur Natal dan Tahun Baru total sekitar 1.200 di Puncak yang dirapid antigen hasilnya 17 orang reaktif," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho kepada wartawan, Sabtu (2/1/2021).

Baca juga:  Kurangi Beban Puncak, Pemkab Bogor Cari Kawasan Wisata Alternatif

Agus menambahkan, dua orang yang reaktif dua diantaranya warga negasa asing (WNA) asal Yaman yang akan berwisata di Puncak. Tetapi, temuan terbanyak merupakan warga asal Jakarta.

"Ada dari Cianjur, ada warga asing dari Yaman dua orang kebetulan tinggal di Jakarta berkunjung ke Puncak hasilnya reaktif. Juga ada warga Tanggerang tapi paling banyak warga Jakarta," jelas Agus.

Baca juga:  Jalur Puncak Ditutup saat Malam Tahun Baru

Setiap harinya, lanjut Agus, saat libur Natal dan Tahun Baru pihaknya bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hanya menyiapkan sekitar 200 alat rapid tes antigen bagi pengunjung kawasan Puncak yang disebar di Posko Gadog dan Posko Rindu Alam.

"Ya memang ini terbatas, jadi pemerintah daerah menyiapkan tidak banyak. Bagi yang tidak bisa dirapid di sini untuk mencari rumah sakit terdekat dirapid kemudian juga pihak hotel atau tempat wisata beberapa menyediakan rapid mandiri," ungkapnya.

 

Selain itu, ada ribuan kendaraan menuju kawasan Puncak yang tidak bisa menunjukan surat hasil rapid tes antigen diputar balik selama libur Tahun Baru. Terbanyak, yakni pada 31 Desember 2020.

"Memang banyak sekali kendaraan yang diputar balik. Dari data dengan kepolisian pada saat malam Tahun Baru itu ada kurang lebih 1.380 kendaraan yang kita putar balik di Pos Gadog," tambah Agus.

Kemudian, diwaktu yang sama ada sekitar 550 kendaraan diputar balik di kawasan Rindu Alam dari arah Cianjur atau Bandung yang menuju Puncak. Rata-rata kendaraan yang diputar balik karena tidak bisa menunjukan surat hasil rapid tes antigen.

"Memang rata-rata (kendaran yang diputar balik) tidak bawa surat hasil rapid tes antigen," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini