Kawasan Puncak Bogor Sepi Pengunjung saat Libur Nataru 2021

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 02 Januari 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 338 2337808 kawasan-puncak-bogor-sepi-pengunjung-saat-libur-nataru-2021-bSGXhO76Zz.jpg Kawasan Puncak Bogor sepi wisatawan pada Libut Nataru 2021 (Foto : Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Objek wisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengalami penurunan pengunjung saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Salah satunya di Telaga Saat, Desa Wisata Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.

Lokasi menjadi titik nol Sungai Ciliwung di ujung selatan Bogor ini mengalami penurunan pengunjung yang cukup signifikan. Biasanya, pada akhir pekam pengunjung bisa mencapai 450 orang tapi saat libur Natal dan Tahun Baru ini paling banyak 200 orang.

"Berkurang sudah pasti karena kita ikuti prokes juga, kan ada imbauan bupati kapasitas hanya 50 persen," kata Ketua Desa Wisata Tugu Utara Reynold Hamzah, kepada Okezone di lokasi, Sabtu (2/1/2021).

Kondisi tersebut ditambah adanya Seruan Bupati Bogor terkait kewajiban pengunjung kawasan Puncak untuk menunjukan surat hasil rapid tes antigen selama masa libur kali ini. Sehingga, pengunjung yang tidak bisa menunjuka surat tersebut diputar balik.

"Betul, itu (kendaraan diputar balik) berpengaruh banget ya. Tapi kan itu sudah menjadi aturan, ya kita ikuti saja demi kebaikan semua," ungkapnya.

Yang pasti, lanjut Reynold, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap pengunjung yang datang. Termasuk jam operasional Telaga Saat yang hanya sampai pukul 16.00 WIB.

Objek wisata di kawasan Puncak Bogor (Foto : Okezone.com/Putra RA)

Baca Juga : Liburan Awal Tahun 2021, Ancol Diserbu 27 Ribu Pengunjung

"Kesadaran, menjaga prokes diri sendiri juga penting. Kita juga di depan sudah siapkan handsanitizer pengecekan suhu. Tapi ya itu, kesadaran sendiri sangat penting, tetap kita harus jaga," harap Reynold.

Untuk informasi, Telaga Saat sendiri secara resmi baru dijadikan tempat wisata di Puncak pada 2019 lalu. Sebelumnya, situ ini merupakan situ alami. Pada 2018, sempat dilakukan revitalisasi berupa pengerukan yang dalamnya lebih dari 30 meter ini

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini