Pandu, Bocah Tenggelam di Kali Ciliwung Ditemukan Meninggal Dunia

Hasan Kurniawan, Okezone · Minggu 03 Januari 2021 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 03 338 2338175 pandu-bocah-tenggelam-di-kali-ciliwung-ditemukan-meninggal-dunia-XeLljHkerT.jpg Tim SAR evakuasi jasad Pandu, bocah yang tenggelam di Kali Ciliwung (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Seorang bocah bernama Muhammad Pandu Firgiawan (13) dilaporkan tenggelam, di Kali Ciliwung, pada Minggu 3 Januari 2021 sekira pukul 11.00 WIB. Pandu tenggelam saat tengah asyik bermain bersama dengan reman-temannya, di Kali Ciliwung, Kampung Sawah.

Diduga tidak kuasa menahan arus sungai yang deras, saat berenang ke tengah kali, Pandu terseret arus dan tenggelam. Sayang, rekan-rekannya yang menolong tidak berhasil menangkapnya. Pandu pun akhirnya hilang tenggalam.

Baca Juga:  Lepas Pengawasan Orangtua, Balita 2 Tahun Hanyut di Sungai Cidurian Bogor

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR Hendra Sudisman mengatakan, peristiwa itu lalu dilaporkan petugas.

"Setelah dilakukan pencarian di Kali Ciliwung, Jagakarsa, akhirnya korban ditemukan oleh tim SAR gabungan, sore harinya, sekira jam 17.15 WIB," kata Hendra, kepada Sindonews, melalui pesan elektroniknya, Minggu (3/1/2021).

Dilanjutkan dia, korban berhasil ditemukan melalui proses penyelaman pada radius 10 meter dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke rumah duka dan keluarga korban.

"Korban ditemukan sore ini berkat sinergi dan kerjasama tim SAR gabungan yang ada di lapangan. Selanjutnya korban kita serahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya. Kami turut berbelasungkawa," sambung Hendra.

Dilanjutkan Hendra, dalam pencarian ini personil SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan membagi area menjadi tiga, dimana SRU pertama melakukan pencarian dengan penyisiran menggunakan perahu karet.

Baca Juga:  Hendak Ambil Sandal, 2 Bocah Perempuan Tewas Tenggelam di Sungai

Adapun radius penyisirian sejauh 2 KM dari lokasi kejadian. Lalu, SRU kedua melakukan pencarian dengan pemantauan secara visual melalui jalur darat dengan radius 1 KM.

"Sedangkan SRU ketiga melakukan pencarian dengan proses penyelaman apabila kondisi memungkinkan dengan radius 10 meter dari lokasi kejadian. Adapun unsur tim SAR gabungan yang tergabung dalam operasi SAR ini," tukasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini