Soal PMKS di Jalan Sudirman-Thamrin, Wagub Ariza: Itu Musiman!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 05 Januari 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 338 2339493 soal-pmks-di-jalan-sudirman-thamrin-wagub-ariza-itu-musiman-PnaxT8aOHl.jpg Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: Sindo)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ditemukan Mensos Tri Rismaharini di Sudirman-Thamrin merupakan musiman.

"Itu musiman seperti itu terjadi juga waktu awal-awal Covid-19, itu awal Ramadan juga terjadi beberapa tempat seperti di Tanah Abang," kata Ariza di Balai Kota, Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Baca juga:  Curiga Aksi Blusukan Mensos, Warganet Minta CCTV DKI Dibuka

Ariza mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa PMKS tersebut memang menunggu para dermawan yang kerap memberikan sumbangan pada malam hari.

"Rupanya setelah kita pelajari memang ada Pak Haji yang selalu setiap malam itu memberikan uang keliling di situ sebesar Rp50 ribu," ujar politisi Gerindra itu.

 Baca juga: Mensos Risma Temui Pemulung di Jalan Sudirman, Netizen Beri Sindiran Nyelekit

Ariza mengatakan, banyak kota di Indonesia yang memiliki masalah PMKS. Setiap Pemda, lanjut dia, akan berusaha untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Di sisi lain, saat ini masalah PMKS di Jakarta lantaran dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak warga yang kehilangan pekerjaannya. Alhasil, banyak para dermawan memberikan bantuan di jalanan seperti saat Ramadan.

"Kami akan terus melakukan semua upaya untuk mengurangi bahkan menghilangi adanya gelandangan apalagi di daerah-daerah protokol," lanjut dia.

"Memang kalau teman-teman melihat ini di beberapa jalan itu kalau lihat malam-malam itu ada saja di pinggir jalan itu, di pinggir jalan mereka tiduran di trotoar. Kejadiannya persis seperti kalau bulan Ramadan, berharap warga yang mampu yang lewat memberikan bantuan, di daerah Tandean terutama," tambahnya.

 

Ia menilai, Kemensos akan mengambil kebijakan dalam penanganan PMKS di Indonesia berdasarkan fakta dan data. Sehingga, bisa diketahui daerah mana yang tingkat kemiskinannya paling tinggi di Tanah Air.

"Tidak mungkin pemerintah pusat mengambil kebijakan tidak berdasarkan fakta dan data, fakta dan data di seluruh Indonesia ini kan tahu, teman-teman buka mana provinsi yang paling miskin mohon maaf, mana provinsi yang paling banyak penganggurannya, mana provinsi yang paling banyak masalah sosialnya, mana provinsi yang paling kecil anggarannya dan lain-lain," imbuhnya.

Menurut dia, pemerintah akan mengambil kebijakan guna menyelesaikan persoalan banyaknya pengangguran di Indonesia. Pemprov DKI, lanjut dia, memiliki SDM dan program yang baik dalam penggulangan kemiskinan Ibu Kota dan dengan pasokan anggaran yang cukup besar.

"Kalau kita ingin mengatasi masalah, pasti kita selesaikan dulu akar masalahnya. Kalau kita menyelesaikan masalah kita pasti menyelesaikan yang paling bermasalah atau yang paling parah," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini