Tingkat Kepatuhan Wisatawan Pakai Masker Merosot saat Libur Nataru

Haryudi, Koran SI · Rabu 06 Januari 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 338 2339858 tingkat-kepatuhan-wisatawan-pakai-masker-merosot-saat-libur-nataru-wHxzZZbZac.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

BOGOR - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan tingkat kepatuhan turun sebesar 10 persen.

Aisyah menyebutkan dari 1,1 juta orang yang dipantau dalam penerapan protokol kesehatan di tempat wisata saat libur natal dan tahun baru (nataru), terjadi penurunan kepatuhan dalam bermasker.

"Tingkat kepatuhan menggunakan masker ini turun 10 persen terhitung pada periode 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021," kata Dewi dalam diskusi daring di kanal YouTube BNPB, Rabu 5 Januari 2020.

Baca Juga:  Relawan Lapor Covid-19: Ruang ICU RS di Pulau Jawa Full 100%

Ia menyebutkan, ada sekitar 354.254 laporan dari personil gabungan dilapangan yang memantau penerapan protokol kesehatan selama libur nataru. "Mereka memantau di tempat wisata, mall dan pasar yang ada di 426 kabupaten/kota , 34 provinsi," katanya.

Dalam kesempatan itu, ia membendingkan perbedaan liburan akhir pekan dengan liburan panjang nataru. "Periode liburnya 24 Desember-3 januari, kita bandingkan pekan yang sama. Natal dan tahun baru tepat di hari yang sama yakni jumat," jelasnya.

Ia menyebutkan jumlah wisatawan sebanyak 1.181.508 orang saat libur tahun baru, ada peningkatan dibandingkan hari yang sama di libur natal yakni 700,815 orang.

Meski demikian, ia menambahkan dalam menjaga jarak wisatawan saat libur natal cukup tinggi yakni 3-6 persen. "Namun pada libur tahun baru tepatnya pada hari Kamis dan Jumat kembali menurun," ujarnya.

Pihaknya telah melakukan peneguran terhadap para pelanggar dan jumlahnya mencapai 542 orang yang diiingatkan. "Responnya ada yang menerima dan berkomitmen, tapi masih ada ada yang menolak ketika diingatkan tentang pentingnya kepatuhan 3m ini, angkanya sebesar 1 persen atau sekitar puluhan ribu," katanya.

Baca Juga:  Dokter Tirta Sebut Vaksin Covid-19 Jadi Polemik Akibat Buruknya Komunikasi

Bahkan, lanjut dia, dari orang yang diingatkan atau ditegur itu, masih ada ribuan orang yang masih belu percaya tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. "Masih ada ribuan orang yang belum percaya. Meski tidak seramai tahun sebelumnya, tapi tetap ada potensi terjadi penularan," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini