Pemalsuan Surat PCR Covid-19, Awalnya Supaya Bisa ke Bali

Helmi Syarif, Koran SI · Kamis 07 Januari 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 338 2340564 pemalsuan-surat-pcr-covid-19-awalnya-supaya-bisa-ke-bali-bvOXZlnKam.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Subdit Cyber crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 3 orang pelaku pemalsuan surat PCR Covid-19 yang digunakan untuk bepergian ke Bali. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri YUnus mengatakan, ketiga orang yang ditangkap adalah MHA, EAD, dan MAIS.

Mereka berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, mereka juga sebagai pengguna dan yang mengedarkan surat PCR palsu tersebut. “Jadi awalnya mereka terlebih dahulu yang menggunakannya hingga mereka mengdarkannya,” kata Yusri, Kamis (7/1/2021).

Dia menjelaskan, awal pengunan PCR palsu tersebut bermula saat MFA akan berangkat ke Bali pada 29 Desember 2020. Ketika itu dia menyampaikan kekawannya di Bali kalau ada tes PCR yang harus dilakukan sebelum berangkat.

“Dari sini kemudian MHA mengubah data yang diterima dengan Namanya serta temannya untuk berangat ke Bali,” ujarnya.

Usai itu, PCR paslu tersebut digunakan oleh MHA dan temannya untuk berangkat ke Bali. Surat itu pun berhasil mengelabui petugas bandara hingga berhasil kembali ke Jakarta.

Setelah dinyatakan lolos, akhirnya timbul niat jahat oleh pelaku untuk memperjual belikan tes PCR palsu tersebut melalui medsos.

“Akhirnya muncul tawaran membuat tes PCR palsu hanya dengan modal KTP di akun Instagram yang akhirnya menjadi ramai di medsos,” tuturnya.

Baca Juga : Petugas Satpol PP DKI Mondar-mandir di Lokasi Risma Blusukan, Ada Apa?

Ide yang diawali oleh MHA ini kemudian diamini oleh tersangka lain yaitu EAD dan MAIS. Hingga akhirnya berhasil ditangkap ketiganya ditempat berbeda. Dari pengakuan tersangka, mereka meminta uang Rp650 ribu per surat sedangkan yang resmi sebesar Rp900 ribu.

“Jadi ketiganya kkta kenakan pasal 32 Junto 48 dan pasal 35 ayat (1) Undang-undang ITE dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," tutur Yusri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini