Gubernur Anies Bakal Perpanjang Kembali PSBB di Jakarta, jika...

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 09 Januari 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 338 2341622 gubernur-anies-bakal-perpanjang-kembali-psbb-di-jakarta-jika-sn06AQgoPI.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (foto: Dok Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap pasca pemberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, kasus covid-19 dapat turun serendah-rendahnya. Menurutnya, jika pasca pembatasan kasus tetap naik maka akan dilakukan perpanjangan PSBB. Dimana PSBB dilakukan tanggal 11 hingga 25 Januari 2021.

“Kalau ini berhasil maka kita tidak harus memperpanjang. Tapi bila tidak, kita terpaksa harus memperpanjang supaya benar-benar tuntas,” katanya saat konferensi pers, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga:  Gubernur Anies Tetapkan PSBB Ketat di Jakarta pada 11 hingga 25 Januari 

Dia pun mengajak agar masyarakat sama-sama berikhtiar, agar pembatasan yang dilakukan bisa menurunkan kasus secara tuntas.

“Jadi saya berharap kepada kita semua untuk sama-sama berikhtiar. Ini PSBB akan mulai hari senin. Kita berkeinginan tidak berulang seperti sebelumnya baru sampai separuh belum tuntas sudah kembali naik lagi. Kita inginya turun terus serendah-rendahnya. Dan kita lakukan selama dua pekan kedepan,” ujarnya.

Baca juga:  Langkah Jakarta Tangani Covid-19 Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar Jawa - Bali

Seperti diketahui ada beberapa sektor yang dibatasi operasionalnya pada masa PSBB Pembatasan pertama adalah tempat kerja akan melakukan pembatasan dengan 75% bekerja di rumah.Sementara 25% masih bisa bekerja di kantor.

“Lalu yang kedua belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh. Yang ketiga sektor-sektor esensial ini bisa berjalan 100 persen. Sektor esensial ini seperti sektor kesehatan, sektor pangan, sektor energi, sektor keuangan, perbankan. Itu semua adalah sektor esensial,” ungkapnya.

Kemudian pusat perbelanjaan itu dilanjutkan untuk bisa berkegiatan tapi hanya sampai pukul 19.00. Kemudian juga aktivitas rumah makan, restoran dan lain-lain kapasitasnya menjadi 25% dan beroperasi sampai jam 19.00. Adapun untuk pemesan anatau pengambilan itu bisa beroperasi 24 jam sesuai jam operasional.

“Lalu tempat ibadah dibatasi 50 persen seperti sekarang ini. Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya sementara akan dihentikan. Jadi fasilitas umum di Jakarta akan dihentikan, ditutup,” tuturnya.

Anies menambahkan, untuk sektor transportasi itu akan berjalan dengan pembatasan 50% kapasitas. Dimana jam operasional untuk kendaraan umum di Jakarta itu sampai dengan jam 20.00 WIB.

“Sehingga kantor dan kegiatan lain tutup jam 19.00 transportasi umumnya sampai jam 20.00. Nah detailnya bisa dilihat di Peraturan Gubernur (No.3/2021) dan Keputusan Gubernur (No.19/2021) yang langsung kami edarkan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini