Pengacara Habib Rizieq Belum Terima Surat Panggilan Pemeriksaan soal Kasus RS Ummi

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 12 Januari 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 338 2343054 pengacara-habib-rizieq-belum-terima-surat-panggilan-pemeriksaan-soal-kasus-rs-ummi-IZci3hyFpX.jpg Imam Besar FPI Habib Rizieq (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Shihab terkait kasus pengambilan tes swab di RS Ummi, Bogor.

Selain Rizieq menantunya Hanif Alatas, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat juga turut diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Pengacara Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya belum menerima surat panggilan pemerikssan tersebut dari Bareskrim Polri.

"Belum ada surat (panggilan pemeriksaannya)," kata Aziz saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (12/1/2021).

Meski begitu, Aziz mengatakan bahwa Imam Besar FPI tersebut akan memenuhi panggilan penyidik jika nantinya dipanggil untuk diperiksa. "InsyaAllah," ujarnya.

Sebelumnya, Dir Tipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, Habib Rizieq Shihab bersama dengan menantunya Hanif Alatas, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat akan diperiksa sebagai tersangka.

"Rencana hari Jumat (15/1)," kata Andi saat dikonfirmasi wartawan.

Adapun kata Andi, terkait apakah ketiganya akan dilakukan penahanan atau tidak hal tersebut bergantung pada proses pemeriksaan. "Rencananya begitu," ujarnya.

Sebagai informasi, Rizieq bersama mantunya Hanif Alatas dan Dirut RS Ummi Andi Taat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pidana menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular terkait pengambilan tes swab Rizieq di RS Ummi, Bogor.

Dalam perkara ini para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Kemudian Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

Kasus ini bermula ketika Dirut RS Ummi Andi Taat dilaporkan dengan nomor LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19

RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini