Aparat Gabungan Sambangi Markaz Syariah Megamendung, Sosialisasi PPKM

MNC Portal, · Kamis 14 Januari 2021 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 338 2344018 aparat-gabungan-sambangi-markaz-syariah-megamendung-sosialisasi-ppkm-lmnXxPdPCE.jpg Petugas sosialisasi PPKM di Markaz Syariah pimpinan habib Rizieq (Foto : Korem 061 Suryakencana)

BOGOR - Aparat gabungan TNI-Polri dan lainnya melakukan sosialisasi masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah pimpinan Habib Rizieq, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021).

Patroli gabungan itu diikuti langsung Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi, Kapolres Bogor AKPB Harun dan Muspika Megamendung. Di sana, petugas menyampaikan kedatangannya untuk silaturahmi dan sosialisasi PPKM dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Jadi apabila ada masyarakat yang datang dari luar wilayah Megamendung harus bisa menunjukkan hasil rapid atau swab test. Didapat informasi ada 17 orang yang berasal dari Tasikmalaya untuk belajar di MS (Markaz Syariah) ternyata sudah kembali ke Kampung halamannya," kata Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Achmad Fauzi, dalam keterangannya.

Petugas juga memberikan pemahaman terkait protokol kesehatan tak terkecuali di lingkungan Ponpes. Selain sosisalisasi, petugas juga melakukan rapid antigen oleh Puskesmas terhadap beberapa pengurus dan pendatang pondok pesantren.

Baca Juga : 2 Kafe Langgar PPKM, Disegel dan Terancam Denda Rp50 Juta

"Dilanjutkan dengan pelaksanaan rapid test bagi para pengurus MS dan untuk para pendatang dari luar wilayah Kecamatan Megamendung maka diwajibkan melaksanakan rapid test. Terkait warga luar yang datang ke Markas Syariah diharapkan dari pihak markas sendiri harus lebih selektif," tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat khususnya di wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur untuk selalu menegakan protokol kesehatan. Jika ditemukan pelanggar, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan.

"Semua harus menegakkan disiplin protokol kesehatan. Jangan lalai, jangan ceroboh dan jangan menyepelekan aturan yang telah ditetapkan. Karena semua yang telah ditetapkan oleh pemerintah tentunya untuk kebaikan bersama," tutup Achmad.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini