Pengalaman Pejabat & Tokoh Masyarakat Usai Divaksin Covid-19 di Balai Kota

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 15 Januari 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 338 2345012 pengalaman-pejabat-tokoh-masyarakat-usai-divaksin-covid-19-di-balai-kota-hbsYEIEPTp.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta Supardi menjadi salah seorang pejabat yang disuntikkan vaksin Covid-19 di Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Sementara itu, Kepala Kejati DKI Jakarta Asri Agung Putra belum bisa divaksin Covid-19 lantaran saat diperiksa tensi atau tekanan darahnya tinggi. Supardi mengajak warga untuk tidak ragu dengan program vaksinasi Covid-19 itu.

"Ketika saya tadi divaksin kondisinya baik-baik saja jadi saya tidak merasakan apa-apa. Sampai detik ini dari sekitar pukul 09.00 WIB tadi harus memberikan report kira-kira ada perubahan nggak, sampai sekarang saya merasa masih baik-baik saja," kata Supardi.

"Kita cermati informasi di beberapa media setelah divaksin katanya ada pegal, ini saya sampai sekarang juga belum ada rasa pegal-pegal," tambahnya.

Dia pun mengajak warga untuk memanfaatkan kesempatan melakukan vaksin Covid-19. Menurut dia, program vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu jalan dalam menghentikan pandemi virus corona.

"Kalau kita tidak bersedia ya akan selamanya seperti itu kondisi tidak akan berubah. Makanya program yang dilakukan pemerintah ini, mari kita tidak perlu takut, tidak perlu ragu ini salah satu jalan yang bisa memutus mata rantai Covid-19 jadi tidak usah dengarkan," ujar dia.

Baca Juga : Usai Divaksin Covid-19, Ini yang Dirasakan Wakil Wali Kota Bogor

Ia menilai, warga harus ikhlas disuntikkan vaksin Covid-19 bila dinyatakan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat untuk vaksin. "Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa. Kepada seluruh masyarakat mari kita dukung program ini dan jalan satu-satunya untuk memutus mata rantai perkembangan Covid-19," imbuhnya.

Sekretaris IDI DKI Jakarta Ferry Rahman mengingatkan bahwa warga tetap harus menjalankan protokol kesehatan sekali pun telah mendapatkan vaksin Covid-19.

Dia menjelaskan, program vaksinasi Covid-19 merupakan bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah agar kondisi pandemi virus corona tidak semakin memburuk.

"Sebagai bentuk upaya pencegahan dari hal yang buruk, dari angka kesakitan maupun angka kematian. Kita tahu angka kesakitan kita masih cukup tinggi begitu juga kematian. Adanya vaksinasi ini mudah-mudahan bagi mereka yang terpilih mendapat vaksinasi dapat melindungi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif meyakini bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China itu aman dan efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakat.

"Oleh karena itu mari warga DKI dukung program vaksinasi pemerintah. Satu pesan kami, kalian semua tidak boleh ragu, yang nomor dua tidak boleh meragukan orang lain," kata dia.

Samsul menambahkan, ajaran agama juga mengajarkan bahwa setiap manusia tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Sekali lagi tidak boleh ragu dan tidak boleh meragukan orang lain, siapapun kita dukung pemerintah daerah DKI Jakarta," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini