PPKM, Wisatawan ke Puncak Bogor Wajib Tunjukan Hasil Tes Rapid Antigen

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Sabtu 16 Januari 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 338 2345467 ppkm-wisatawan-ke-puncak-bogor-wajib-tunjukan-hasil-tes-rapid-antigen-WJRxFlT12j.JPG Wisatawan diminta tunjukan hasil tes rapid antigen (foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Pengendara yang menuju kawasan Puncak kembali diperiksa surat hasil rapid antigen Covid-19 di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/1/2021). Tak sedikit dari pengendara yang terpaksa diputar balik karena tidak bisa menunjukan surat tersebut.

Pantauan MNC Portal Indonesia, satu persatu kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Puncak diperiksa aparat gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan sejak pagi tadi. Mayoritas yang diperiksa mobil dengan plat nomor Jakarta.

Petugas menanyakan surat hasil rapid antigen kepada para pengendara. Bagi yang bisa menunjukan dipersilahkan kembali melanjutkan perjalanan tetapi yang tidak bisa langsung diputarbalik petugas.

Bahkan, terlihat ada beberapa pengendara yang sudah menunjukan surat hasil rapid antigen namun tidak sesuai dengan jumlah penumpangnya juga diputarbalik. Bila tidak ingin diputar balik, petugas sudah menyiapkan rapid antigen bagi pengunjung.

"Hari ini kita melaksanakan giat PPKM, kita lakukan pengetatan. Kita sekat di Gadog, karena Puncak memang lokasi tujuan wisata kemudian kita juga laksanakan rapid antigen bagi masyarakat yang kedapatan tidak membawa rapid antigen," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, di lokasi.

Tidak hanya pemeriksaan protokol kesehatan dan surat hasil rapid antigen, petugas juga akan menyisir beberapa lokasi wisata yang terjadi kerumunan. Pasalnya, aturan dalam masa PPKM lokasi wisata dibatasi kapasitasnya hanya sebesar 25 persen.

"Di Kabupaten Bogor kita lakukan pengetatan untuk tempat-tempat wisata dan tempat wisata itu hanya 25 persen. Jadi sebagian (petugas) juga ada yang akan menyisir tempat-tempat wisata kita akan lakukan rapid dan kontrol 25 persen," tegas Agus.

Rencananya, operasi ini akan terus dilakukan selama masa PPKM hingga 25 Januari 2021 khususnya saat akhir pekan. Hal ini semata untuk mencegah terjadi kerumunan yang bisa menularkan covid-19.

"Ini yang utama ada di weekend tapi ya situasional lah. Yang jelas weekend kita lakukan. Pada prinsipnya semua untuk menjaga protokol kesehatan," tutupnya.

Sementara itu, hingga pukul 11.40 WIB arus lalu lintas di Jalur Puncak terpantau masih ramai lancar. Tidak terlihat adanya kepadatan kendaran baik dari arah Jakarta menuju Puncak atau arah sebaliknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini