35 Anak Down Syndrome Tri Asih Kebon Jeruk Terpapar Covid 19

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Minggu 17 Januari 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 338 2345864 35-anak-down-syndrome-tri-asih-kebon-jeruk-terpapar-covid-19-F7K4GjRRtS.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Sedikitnya 79 orang penghuni Yayasan Tri Asih, 35 diantaranya anak disabilitas dan down syndrome terpapar Covid-19. Mereka terkena sejak awal tahun 2021 lalu.

Sempat dibawa ke rumah sakit di Jakarta, namun gagal karena kondisi rumah sakit yang penuh. Kini ke-79 orang itu jalani isolasi mandiri di tiga ruangan di dua gedung yang masih dalam komplek yayasan di kawasan yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Satu empat lantai di gedung workshop dan satu lantai di lantai empat di gedung utama kami,” kata Ketua Dewan Pengurus Harian Yayasan Tri Asih, TA. Widhiharsanto, Minggu (17/1/2021).

Selain itu demi memutus penyebaran, pihaknya bersama pengurus yayasan mengalihfungsikan beberapa lantai lainnya di gedung utama menjadi tempat bantuan sosial dan juga bagi penghuni yang negatif Covid-19.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19

"Lantai-lantai lain untuk yang negatif," tandas Widhi.

Seluruh pasien yang menjalani isolasi mandiri merupakan orang tanpa gejala atau OTG, mereka telah menjalani isolasi mandiri sejak sembilan hari hari yang lalu.

Adapun ke 79 orang yang terkonfirmasi Covid-19, yakni 35 anak disabilitas dan downsyndrome pendamping panti rawat 36 anak, karyawan lain yang membantu pendamping anak 8 orang.

Menanggapi itu, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pihaknya langsung melalukan emphty building usai mengecek lokasi, Sabtu (16/1/2021) setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Beberapa bantuan itu merupakan sembako dan vitamin serta kebutuhan medis seperti masker. Selain itu, pihaknya juga telah meminta binmas menotoring tempat itu setiap hari serta penyemprotan disinfektan setiap harinya.

"Ini adalah bagian dari kegiatan kemanusiaan di mana kita harus bisa memutus mata rantai dari pada penyebaran Covid-19 tersebut," kata dia.

Ady berharap, perhatian dari TNI, Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat dapat membantu proses pemulihan anak maupun pegawai yang saat ini menjalani isolasi mandiri.

"Mudah-mudahan semakin membaik. Karena memang dari 79 orang itu semuanya adalah OTG. Secara fisik mereka tidak ada gejala," tutupnya. (yan yusuf)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini