Dibangun dalam 2 Minggu, Ini Sederet Fasilitas Lengkap RS Lapangan Kota Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 18 Januari 2021 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 338 2346646 dibangun-dalam-2-minggu-ini-sederet-fasilitas-lengkap-rs-lapangan-kota-bogor-pQzbZVgjZS.jpg RS Lapangan Kota Bogor. (Foto: Humas Pemkot Bogor)

BOGOR - Rumah Sakit Darurat atau Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor resmi beroperasi, usai diresmikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Wali Kota Bogor Bima Arya, di Jalan Pemuda, Kota Bogor, Senin (18/1/2021). 

RSL yang dibangun hanya dalam waktu dua pekan ini tak lepas dari dukungan dan anggaran BNPB, mengingat pasien Covid-19 terus meningkat. Di lain sisi, okupansi bed rumah sakit di Kota Bogor sudah penuh. 

Kepala RSL Kota Bogor, Yeti Hariyati mengatakan, RSL ini akan menjadi tempat merawat pasien Covid-19 rujukan dari puskesmas atau rumah sakit. Rujukan ini berarti pasien sudah melakukan tes swab PCR dan hasilnya positif Covid-19. 

Dia menjelaskan, dalam menentukan gejala pasien pihaknya memakai alat Early Warning Score System (EWSS) yang dapat melihat, tekanan darah, laju napas, saturasi oksigen, dan tingkat kesadaran. Sehingga dalam satu langkah pihaknya bisa melihat pasien masuk kriteria mana.

"Kalau ada gejala ringan dan atau orang tanpa gejala namun ada komorbid seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya, dirawat disini," kat Yeti.

Foto: Humas Pemkot Bogor

Yeti menuturkan, fasilitas di RSL Kota Bogor terbilang lengkap. Sebut saja di lantai 3 terdapat 28 bed untuk pasien laki-laki, di lantai 2 ada 28 bed untuk pasien perempuan dan di lantai 1 ada delapan bed di IGD dan sudah termasuk dua bed di ruang ICU. 

Pihaknya pun mempunyai peralatan yang cukup. Seperti, alat rontgen, alat swab, laboratorium, juga obat-obatan mulai dari obat anti virus, obat demam, obat batuk, hingga obat pengencer dahak.

Foto: Humas Pemkot Bogor

"Di sini ada 44 perawat, 2 dokter spesialis paru, 2 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter radiologi, 2 dokter rekam medik dan 10 dokter umum," jelasnya.

Baca juga: Resmikan RS Lapangan Bogor, Bima Arya: Covid-19 Sudah Sangat Darurat

Rencananya, tenaga kesehatan akan ditambah. Mengingat pihaknya menargetkan 60 perawat bisa merawat full sesuai jumlah bed. Sementara jumlah 44 perawat sekarang hanya memungkinkan merawat 30-40 pasien Covid-19.

"Dari dinkes sudah memberi lampu hijau akan memberikan perawat tambahan," tambahnya.

Ia menambahkan, keluarga pasien yang nanti akan datang untuk memberikan makanan atau membawa pakaian bagi pasien hanya diperkenankan sampai di depan tenda BNPB. 

Foto: Humas Pemkot Bogor

Hal ini karena seluruh gedung RSL merupakan zona merah, sementara gedung sekitarnya zona hijau. Di zona merah ini pun dibagi lagi ada ruang isolasi red zone dan semi red zone. 

"Pasien harus berada di ruang isolasi, sementara semi red zone dipisahkan anterum penyekat dan pasien tidak akan lewat daerah itu," tutup Yeti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini