Kasus Covid-19 Klaster Keluarga di Jakarta Meningkat Jadi 44% Usai Libur Nataru

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 20 Januari 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 338 2347904 kasus-covid-19-klaster-keluarga-di-jakarta-meningkat-jadi-44-usai-libur-nataru-XcybRfQPRV.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan adanya kenaikan penularan Covid-19 melalui klaster keluarga, yakni mencapai 44%.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tanggal 11-17 Januari 2021, proporsi klaster keluarga terus meningkat dari pekan sebelumnya. DKI mencatat, sebelumnya klaster keluarga di angka 40%, 41% dan 43%.

"Sedangkan, klaster perkantoran menurun, yaitu 2,7 persen," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangannya, Rabu (20/1/2021).

Dwi menambahkan, pihaknya mencatat sudah 442 klaster keluarga dengan 1.241 kasus positif. Mayoritas mereka melakukan perjalanan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Banten setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 3-17 Januari 2021.

Baca juga: Rekor! DKI Catat Penambahan 3.786 Kasus Covid-19 Hari Ini

"(Dengan) rata-rata kasus menggunakan kendaraan pribadi," tutur dia.

Adapun puncak penambahan kasus efek libur Nataru diprediksi 14 hari sesudah libur, yakni pada 17 Januari-31 Januari 2021.

Dwi meminta, warga mewaspadai adanya peningkatan pada klaster keluarga  dengan menerapkan protokol kesehatan dan mengingatkan sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Bagi warga yang sudah memiliki hasil positif dari pemeriksaan Covid-19 dapat menghubungi puskesmas terdekat untuk dapat ditentukan kondisi keluhannya. Bagi pasien tanpa keluhan dan keluhan ringan, diarahkan isolasi mandiri atau isolasi terkendali. Bagi pasien dengan keluhan sedang, berat dan kritis akan diarahkan rawat di RS dan Puskesmas dapat membantu mencarikan rujukan," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini