Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Terus Meningkat, Ini Penyebabnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 21 Januari 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 338 2348413 kasus-positif-covid-19-di-kota-bogor-terus-meningkat-ini-penyebabnya-iHci50azNE.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat setiap hari. Ada dua faktor utama yang menyebabkan kenaikan tersebut yakni masa libur panjang beberapa waktu lalu dan rombongan kegiatan keagamaan.

"Angka kenaikan covid ini ada beberapa sebab ya. Sebab pertama adalah lonjakan karena liburan. Sebab kedua, kami mendeteksi beberapa kegiatan, seperti penambahan 120 itu karena rombongan kegiatan keagamaan dari luar kota," kata Bima, kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Kamis (21/1/2021).

Oleh karena itu, pihaknya terus menekankan perlunya menekan mobilitas masyarakat untuk mengurangi penularan covid-19. Di tambah, kapasitas rumah sakit yang terbatas membuat masyarakat yang terpapar covid-19 terpaksa menjalani isolasi di rumah dan berpotensi menularkan keluarga yang lainnya.

"Makanya kita tekankan betul, kurangi mobilitas. Ini sudah jelas lonjakan ini terjadi karena mobilitas. Lalu karena rumah sakit kapasitasnya terbatas, sehingga warga lebih memilih untuk dirumah. Terpaksa memilih untuk dirumah dan menulari anggota keluarganya. Karena itu kita genjotnya di dua hal itu. Membubarkan kerumunan mengurangi mobilitas, menambah tempat tidur di rumah sakit," ungkapnya.

Selain itu, upaya uang dilakukan adalah membuka Rumah Sakit Lapangan yang berkapasitas 68 bed. Serta satu hotel khusus fasilitas Orang Tanpa Gejala (OTG) yang akan dibuka juga dalam waktu dekat.

"Rumah Sakit Lapangan kapasitas 68 bed dan salah satu hotel akan kita resmikan juga Insya Allah sebagai fasilitas untuk OTG. Jadi kita perkuat disitu supaya yang gejala ringan tidak bertambah berat, yang sehat tidak terpapar sakit," harap Bima.

Baca Juga : Gubernur Ganjar Disuntik Vaksin Corona pada 28 Januari

Bima menambahkan, dalam menangani covid-19 tidak bisa dilakukan oleh pemerintah kota saja. Tapi perlu sinergritas dari pihak lainnya seperti TNI-Polri.

"Covid ini dimensinya banyak, bukan hanya kesehatan tapi keamanan, ketertiban. Dikesampingkan lah ini tupoksi siapa, overlap siapa, yang penting kita turun sama-sama. Kita turun sama-sama, karena di bawah (masyarakat) masalahnya itu banyak. Belanja masalah itu bisa dihadapi oleh ASN, TNI, Polri diselesaikan bersama-sama di lapangan," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini