10 Hari Digunakan untuk Jenazah Covid-19, TPU Srengseng Sawah Tinggal 79 Petak Makam

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 21 Januari 2021 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 338 2348501 10-hari-digunakan-untuk-jenazah-covid-19-tpu-srengseng-sawah-tinggal-79-petak-makam-SzAfLnosdb.jpg Pemakanan jenazah Covid-19.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - TPU Srengseng Sawah yang dijadikan pemakaman jenazah Covid-19 tinggal bersisa 79 petak makam, setelah 10 hari digunakan lantaran penuhnya TPU Pondok Rangon dan TPU Tegal Alur.

"Kan kita buka pemakaman Covid karena Tegal Alur dan Pondok Rangon penuh, ternyata kondisi kita terbatas. Berjalan 10 hari tinggal sisa 79 petak makam," kata Kasudin Pertamanan Jaksel, Winarto saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

TPU Srengseng Sawah sebelumnya telah menampung lebih dari 400-an makam jenazah Covid-19 dengan daya tampung mencapai 500-an petak makam. "Sehingga kita akan mencari lokasi lain," ujar dia.

Winarto mengatakan, pihaknya melakukan pemakaman dengan rata-rata 50 jenazah per harinya dengan rekor memakamkam 63 jenazah dalam sehari. "Per hari rata-rata 50, kadang 54, dan pernah 63. Tapi rata-rata 50 pemakaman jenazah Covid-19 per hari," tandasnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Buka 3.000 Meter Persegi Lahan Baru Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus

Sebelumnya, Petugas TPU Serengseng Sawah Aryanto mengatakan, pihaknya telah memakamkan lebih dari 400 jenazah Covid-19 sejak 12 Januari 2021 lalu.

"Sejak hari Selasa 12 Januari jenazah Covid-19 dimakamankan ke TPU Serangseng Sawah. Total keseluruhan 400-an lebih," kata Aryanto saat dihubungi.

Baca Juga: Lahan Kuburan Covid-19 Kritis, DKI Siapkan 1.500 Petak Makam Baru

Padahal, TPU Serengseng Sawah diperkirakan menampung 500-an jenazah Covid-19. Sehingga saat ini kondisi TPU Serengseng Sawah juga hampir penuh.

Ia menambahkan, saat ini TPU Serengseng Sawah diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 130-an jenazah Covid-19.

Ariyanto menambahkan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga menerjunkan alat berat untuk kecepatan dan antrean pemakaman jenazah Covid-19. "Kami pakai alat berat untuk antisipasi kecepatan dan antrean yang membludak," tutur dia.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini