Dugaan Sabotase Rumah Pompa Air, Geisz Chalifah: Kebiadaban Mereka Tak Berhenti!

Tim Okezone, Okezone · Kamis 21 Januari 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 338 2348633 dugaan-sabotase-rumah-pompa-air-geisz-chalifah-kebiadaban-mereka-tak-berhenti-6whbIFHS2o.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA – Polisi diminta segera menangkap pelaku sabotase yang memotong kabel listrik di Rumah Pompa Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Pasalnya, aksi tersebut membahayakan keamanan warga.

(Baca juga: Upaya Anies Cegah Banjir Disabotase, HNW: Polisi Segera Tangkap Pelaku!)

Rumah pompa itu berfungsi untuk mencegah banjir dikala musim penghujan menerpa Jakarta. Pada 2021 diprediksi musim hujan mencapai titik tertingginya pada Februari nanti.

Dinas Marga DKI Jakarta mengusulkan agar rumah pompa dipasang kamera pengawas atau CCTV guna mencegah peristiwa pemotongan kabel di rumah pompa Dukuh Atas.

(Baca juga: Listyo Sigit Hapus Tilang di Jalan, Motor Bodong dan Tidak Ada SIM Bagaimana?)

"Kalau dari Pak Kasudin sedang mengusulkan pemasangan CCTV di daerah sana karena sempat sebelum kejadian pemutusan kabel pengawat ini," kata Kasi Jalan Jembatan dan Kelengkapan Jalan Sudin Bina Marga Jakpus, Yudha Catur Suharnanto saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

Yudha menerangkan, pihaknya juga pernah mendapati adanya sejumlah orang tak dikenal yang berada di rumah pompa pada pukul 03.00 WIB dini hari. Saat ditemui, mereka juga datang ke rumah pompa juga dalam pengaruh alkohol.

Pencurian kabel tersebut mengundang komentar netizen. Warganet menganggap ada pihak yang sangat menginginkan Jakarta terendam banjir hingga melakukan pengerusakan pompa.

"Ini gila sih. Pokoknya Jakarta harus banjir. Apapun yang terjadi. Sinting!" tulis @malakmalakm

Sementara itu, aktivis sosias yang juga pembela Anies Baswedan, Geisz Chalifah juga angkat bicara terkait dugaan sabotase tersebut.

"Segitu gilanya mereka..... Begitu jahatnya mereka, rela melakukan apa saja agar JKT Banjir. BIADAB," komentar @Geizhchalifah.

"Setelah halte2 trans Jakarta yg keren mereka bakar lalu diperbaiki Anies hanya dalam hitungan hari. Kebiadaban mrk tak berhenti, kabel2 pompa air mereka potong agar JKT banjir," tulis @Geizhchalifa lagi.

Salah satu netizen juga menuliskan bahwa kerusakan ini adalah hal fatal dan termasuk pembunuhan terencana sehingga pelaku harus dihukum berat.

"Ah, ini gila! Perusakan fasilitas umum yg vital adalah pembunuhan terencana! Harus hukum berat pelakunya!" tulis @mkusumawijaya

(Salsabila Raihani)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini