Hujan Deras, Enam Kecamatan di Bekasi Banjir

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Minggu 24 Januari 2021 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 338 2350038 hujan-deras-enam-kecamatan-di-bekasi-banjir-UvVlEVjlIy.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyebutkan sebanyak enam kecamatan terdampak banjir akibat itensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayahnya sejak pagi hari. Saat ini, petugas dari Satgas Badan Penanggulangan Bencana Banjir (BPBD) telah disebar guna melakukan penanganan, evakuasi dilokasi banjir maupun tanah longsor.

”Ada enam kecamatan yang terdampak banjir dan genangan, kemudian longsor di Jatiasih,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Minggu (24/1/2021).

Baca Juga:  Kronologi Longsornya Tebing Perumahan Pesona Jati Asri Bekasi

Menurut dia, ada sebanyak 22 titik genangan dengan kedalaman bervariasi terjadi di enam kecamatan diakibatkan hujan deras dan saluran sekunder/drainase tidak lancar.

Rahmat mengatakan, selain menerjunkan Satgas dan perahu karet, pemerintah telah meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi untuk dapat mendata dan mencarikan solusi untuk mengantisipasi genangan itu tidak kembali terjadi.

”Saya perintahkan untuk didata, dan ditangani agar tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Di Kecamatan Rawalumbu, genangan 10-20 cm di Perumahan Pondok Hijau Permai Kelurahan Pengasinan, genangan terjadi di jalan Pasar Burung Kelurahan Pengasinan kurang lebih 10-20 cm dan genangan di Perumahan Suzuki Kelurahan Pengasinan dengan ketinggian kurang lebih 10-20 cm.

Kecamatan Pondok Gede, akses Jalan Kemang Sari 1 Kelurahan Jati Bening baru tertutup akibat genangan 60cm di jalan, genangan kurang lebih 30-40 cm di jalan Masjid satu Kampung Kemang Kelurahan Jati Cempaka, genangan kurang lebih 20 cm di Perumahan Damar Raya Jati Bening 2 blok D Kelurahan Jati Bening.

Baca Juga:  Anies Sarankan Warga Jakarta Segera Lapor Jika Temukan Genangan

Genangan di Perumahan sari Gaperi Kelurahan Jati Bening Baru Sudah mulai menurun. ”Komplek Jati Bening 1 Kelurahan Jati Bening ketinggian kurang lebih 60 cm. Tidak ada evakuasi dan satgas BPBD telah monitoring. Kondisi sekarang masih 60 cm. Butuh beberapa jam utruk surut, karena penyempitan kali sekunder sekitar perumahan,” katanya.

Kemudian, Perumahan Jatibening permai terpantau genangan 120 cm. Satgas BPBD telah mengevakuasi 3 Keluarga ke dataran yang lebih tinggi. BPBD juga telah menyiapkan tenda di Kecamatan Pondokgede. ”Kita siapkan tenda pengungsian disana, kondisi sudah mulai surur seiring hujan mulai mereda tadi sore,” ungkapnya.

Kecamatan Medan Satria, banjir dan genangan terjadi di Kelurahan Harapan Mulya RT 05 RW 08 ketinggian air 30-40 cm dan Kelurahan Kali Baru RT 01, 08, 09 RW 03 ketinggian air 20-30 cm. Kecamatan Jatiasih, banjir meredam Komplek Dosen IKIP kelurahan jati Kramat genangan sudah menurun dengan ketinggian lebih 30-50 cm, 2 pompa sudah difungsikan.

Lalu, Komplek AL RW 10 Kelurahan Jati Kramat genangan 10 - 20 cm dan longsor di Perumahan Pesona Jati Asri, Kelurahan Jatikramat. Kecamatan Bekasi Selatan, genangan di Jalan Palem Raya kelurahan Jaka Mulya kurang lebih 20+30cm, genangan kurang kebih 30 cm di Taman Cikunir Indah Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Terakhir, Kecamatan Bekasi Barat, banjir dan genangan terjadi di Komplek Mas Naga Kelurahan Bintara Jaya mulai terjadi genangan kurang di lebih 30 - 40 cm, genangan 60-80 cm di Jalan Kalimalang tepat di Kelurahan Jaka Sampurna.

”Sudah ditangani, dan pengendara sudah sejak siang bisa mulai melintasi jalan tersebut,” ujarnya.

Genangan kurang lebih 25-30 cm di Perum Harapan Baru Regency, genangan di Jalan Bintara Raya dengan ketinggian 50 Cm, Perumahan Duta Kranji, meningkat 120 cm dan menjadi yang paling parah terjadi dan Pondok Cipta mengalami genangan 15-30 cm dan sudah mulai surut.

”Kondisinya sudah mulai surut,” tegasnya.

Terkait longsor, Rahmat sudah meminta BPBD untuk terus kordinasi dengan DBMSDA untuk menerjunkan alat berat menangani longsoran itu. Pemerintah Kota Bekasi akan terus berupaya agar genangan bisa cepat surut saat terjadi hujan dengan mengintensifkan pematusan normalisasi saluran drainase.

Langkah selanjutnya terus melakukan monitoring wilayah dan melakukan tindakan evakuasi bagi warga saat wilayahnya sudah terjadi genangan. Untuk itu, warga juga diimbau menjaga keluarga supaya waspada dan terutama pendampingan orang tua terhadap anak anaknya supaya tidak bermain di saluran air. Warga juga diimbau tidak berteduh di bawah pohon dan baliho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini