19 Panti Asuhan di Jakarta Jadi Klaster Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 25 Januari 2021 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350370 19-panti-asuhan-di-jakarta-jadi-klaster-covid-19-VBWxrNGXQN.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) angkat bicara soal 19 klaster terjadi di panti asuhan yang ada di Ibu Kota.

Ariza mengatakan, saat ini sudah banyak lini yang menjadi tempat penyebaran virus corona tersebut. Bahkan, lanjut dia, DKI mencatat kenaikan klaster keluarga yang angkanya mencapai 44%.

"Di panti asuhan itu kan juga tempat ya, terus selain di kantor, di mall, di pasar, di stasiun, di halte, di panti asuhan juga ada. Jadi sekarang memang sudah masuk dibanyak lini, bahkan di klaster keluarga juga kan masih terus meningkat angkanya," kata Ariza di Balai Kota, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Baca juga:  40 Anak Panti Asuhan di Depok Positif Covid-19 

Dia mengingatkan, lonjakan kasus Covid-19 sudah masuk ke lingkungan keluarga DKI Jakarta. Sehingga, warga harus semakin patuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi ini harus menjadi perhatian kita, bahwa kita sekarang mendengar berita orang terpapar virus Covid bukan lagi teman atau kenalan atau sahabat, tapi sudah masuk di lingkungan keluarga kita. Bahkan tidak sedikit yang sudah masuk di keluarga inti terkait terpaparnya, coba dicek ya kan sudah sangat banyak," lanjut dia.

Baca juga:  Evakuasi Pasien Covid-19, 9 Petugas Bus Sekolah Terpapar Corona

"Itu artinya virus semakin banyak semakin dekat, itu artinya kita harus semakin disiplin dan semakin taat, jangan menunggu anggota keluarga kita yang terpapar apalagi meninggal, baru kita betul-betul disiplin menggunakan masker mencuci tangan dan menjaga jarak," tambah politisi Gerindra itu.

Ariza menegaskan, saat ini tetap berada di rumah merupakan pilihan terbaik. Dia pun mengajak warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat selama berada di rumah.

"Pastikan di rumah kita tetap menggunakan masker, sekalipun anggota keluarga, karena di situ mohon maaf mungkin ada pembantu rumah tangga, ada sopir, ada yang bekerja dan lain sebagainya. Yang keluar masuk rumah, itu sering terjadi," imbuhnya.

Ia menambahkan, sudah banyak warga yang disiplin menggunakan masker namun bisa terpapar Covid-19 saat berada di rumah.

"Kita lihat banyak orang, banyak pimpinan, banyak pejabat dan sebagainya yang sangat disiplin, tapi tetap saja di mungkinkan terpapar virus. Jadi sekali lagi semua masyarakat kami minta patuh taat dan disiplin," pungkasnya.

Berikut 19 klaster Covid-19 yang terjadi di panti asuhan DKI Jakarta:

1. Panti Asuhan Nurul Hasanah Pesanggrahan (17 kasus)

2. Panti Balita (10 kasus)

3. Panti Laras Grogol Petamburan (11 kasus)

4. Panti Laras Harapan Sentosa 3 (15 kasus)

5. Panti PSBL HS 2 (138 kasus)

6. Panti PSBN RW Cahaya Batin (6 kasus)

7. Panti PSTW Budi Mulia 2 Cilandak (23 kasus)

8. Panti PSTW Margaguna Cilandak (36 kasus)

9. Panti RPTC Kemensos (7 kasus)

10. Panti Sosial BKW Kebon Jeruk (7 kasus)

11. Panti Werdha (15 kasus aktif)

12. Panti Werdha Cipayung (79 kasus)

13. Panti Werdha Cipayung (1 kasus aktif)

14. Panti Werdha KDW dan PKC Ciracas (8 kasus)

15. Panti Asuhan PSBL HS 2 (60 kasus aktif)

16. Panti Asuhan PSBL HS Budi Murni 2 (4 kasus aktif)

17. Panti Asuhan PSTW BM 1 (1 kasus aktif)

18. Panti PSTW Budi Mulia 2 (12 kasus aktif)

19. Panti Asuhan Rumah Perlindungan Trauma Center TKI Cipayung (2 kasus)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini