Pasien Covid-19 Bergejala di RSD Wisma Atlet Meningkat

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 25 Januari 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350381 pasien-covid-19-bergejala-di-rsd-wisma-atlet-meningkat-3MhlIFgyYr.jpg RSD Wisma Atlet. (Foto : Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan saat ini pasien Covid-19 bergejala yang dirawat di RSD Wisma Atlet meningkat.

“Kalau kita lihat dari waktu ke waktu memang begitu meningkatnya kasus ya, kemudian kami lihat mulai tipenya. Kalau di Wisma Atlet dulu adalah yang tanpa gejala itu lebih banyak dari yang bergejala. Nah belakangan ini, malah yang bergejala lebih banyak dari yang tanpa gejala,” ucap Tugas dalam Update RS Darurat Wisma Atlet: Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah secara virtual, Senin (25/1/2021).

Tugas mengatakan, peningkatan pasien Covid-19 dengan gejala ini harus diantisipasi. Saat ini, semua pasien yang bergejala akan dirawat di Wisma Atlet di Kemayoran.

“Ini fenomena yang tentunya kita harus melakukan suatu sikap antisipasi. Bagaimana kita saat ini adalah semua tower yang di Wisma Atlet, ada 4 tower ini kita gunakan untuk merawat yang semua bergejala,” katanya.

Sementara itu, untuk yang bergejala ringan baik yang ada komorbid atau bergejala ringan tanpa komorbid akan dialihkan ke Tower 8 dan 9 di Wisma Atlet Pademangan. “Dan yang bergejala ringan atau yang ada komorbid ya, kemudian bergejala ringan atau yang tanpa gejala, kita sekarang alihkan untuk ke Tower 8 dan 9 di Pademangan,” katanya.

Baca Juga : 19 Panti Asuhan di Jakarta Jadi Klaster Covid-19

Upaya ini, tegas Tugas, adalah untuk mencegah agar pasien Covid-19 yang dirawat tidak lebih dari angka 80%.

“Jadi ini suatu segera suatu koordinasi strategi yang sangat saat ini bisa membantu kami untuk paling tidak tidak mencapai angka yang lebih dari 80% di sana,” ucapnya.

Dengan begitu, tidak akan membebani para tenaga kesehatan di sana.

Baca Juga : Wagub DKI Sebut PPKM Belum Signifikan Kendalikan Pandemi Covid-19

“Ini juga suatu hal yang tentunya kita lakukan langkah supaya semuanya pelayanan teratasi dengan baik, tenaga kesehatan juga tidak terbebani dengan yang sangat tinggi. Walaupun angka 70-80% ini angka-angka yang memang krusial dalam konteks memerlukan suatu beban tenaga yang tinggi. Kami atur sedemikian rupa,” tutur Tugas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini