Ruang Isolasi Covid-19 di Tangerang Penuh, Pemprov Banten Rencanakan Bangun RS Darurat

Isty Maulidya, Okezone · Senin 25 Januari 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350425 ruang-isolasi-covid-19-di-tangerang-penuh-pemprov-banten-rencanakan-bangun-rs-darurat-36fPPSPYwQ.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

TANGERANG - Pemerintah Provinsi Banten sedang merencanakan pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di Kota Tangerang. Hal ini dikarenakan tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit semakin meningkat meskipun sudah ada beberapa hotel yang disulap menjadi tempat isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji mengatakan rumah sakit tersebut akan dibangun di tahun 2021 ini. Namun, dia belum bisa memastikan dimana lokasi rumah sakit darurat tersebut karena beberapa pertimbangan lain seperti kesiapan tenaga kesehatan tambahan.

"Jadi pembangunan rencana masih tetap 2021, tapi itu tidak mudah karena tenaga kesehatan yang tidak ada. Mungkin tempat tidur kita bisa beli, tapi nakes kita sulit sekali membelinya. Karena semua provinsi pun membutuhkan itu," ungkap Ati pada Senin (25/1/2021).

Ia menjelaskan kalau di Provinsi Banten hanya punya 55 dokter spesialis paru. Jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan degan jumlah kasus positif Covid-19 di Banten. Pihak Dinas Provinsi Banten juga sedang merekrut tenaga kesehatan baru untuk bisa melayani pasien Covid-19 di Banten.

"Tenaga dokter spesialis paru kita di Banten hanya ada 55 dokter padahal harus menangani Covid-19 di delapan kabupaten dan kota. Saat ini kita sedang merekrut, semoga bisa menambah jumlah nakes di Banten," tutur Ati.

Tidak hanya membangun rumah sakit darurat, Dinkes Provinsi Banten juga telah melayangkan surat permintaan kepada Kementerian Kesehatan untuk mengubah RS Sitanala yang berada di Kota Tangerang menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Rumah sakit tersebut saat ini beroperasi sebagai tempat untuk menangani pasien kusta

"Saya juga sudah minta kepada Kemenkes untuk menjadikan RS Sitanala sebagai rumah sakit rujukan Covid-19," tutup Ati.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini