Polda Metro Tangkap 7 Pemalsu Surat Tes Covid-19

Senin 25 Januari 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350513 polda-metro-tangkap-7-pemalsu-surat-tes-covid-19-xioKfvplVV.jpg Polda Metero Jaya menangkap tujuh pemalsu hasil tes covid-19/Foto: Antara

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang lantaran terlibat pemalsuan surat keterangan hasil tes Covid-19. Surat palsu tesebut digunakan sebagai dokumen perjalanan baik penerbangan maupun kereta api.

"Sebenarnya kami mengamankan delapan orang, satu di bawah umur," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat seperti dilansir Antara di Polda Metro Jaya, Senin (25/1/2021).

Adapun inisial para tersangka tersebut yakni RSH (20), RHM (22), IS (23), MA (25), SP (38), MA (20) dan Y (23). Sedangkan satu tersangka yang berinisial DM tidak ditahan karena masih di bawah umur.

Tubagus mengatakan, ini kali ketiga penyidik Polda Metro Jaya mengungkap kasus pemalsuan surat hasil tes Covid-19, baik tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR).

Baca juga: Rekor! Sehari 10.678 Sembuh dari Covid-19

"Sudah ada tiga kali pengungkapan yang sifatnya pemalsuan surat Covid-19," katanya.

Pemerintah telah membuat aturan yang tepat dalam penanganan Covid-19. Namun jika ada penyelewengan dalam pelaksanaannya, maka penanggulangan Covid-19 tidak akan optimal.

"Aturan sudah benar, tata cara sudah benar, tapi pelaksanaannya selalu diselewengkan. Yang terjadi penanggulangan tidak akan mencapai hasil yang optimal," katanya.

Polda Metro Jaya pada Kamis, 7 Jamuari 2021 menyampaikan telah meringkus tiga tersangka pemalsuan surat tes usap PCR yang dipasarkan secara daring melalui media sosial.

Mereka, yakni MFA yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, EAD yang ditangkap di Bekasi dan MAIS yang diamankan petugas di Bali.

Terkuaknya kasus pemalsuan surat tes usap tersebut berawal dari unggahan di media sosial tersangka MFA. Unggahan soal surat tes usap palsu kemudian menjadi ramai bahan pembicaraan warganet, salah satunya dr Tirta Mandira Hudhi.

Polres Bandara Soekarno-Hatta juga meringkus 15 orang sindikat pemalsuan surat hasil tes usap Covid-19 untuk digunakan sebagai syarat penerbangan.

Tersangka yang berjulah 15 orang dalam kasus ini berinisial MHJ, M, ZAP, DS, AA, YS, SB, IS, CY, RAS, PA, S bin N, S alias C, U alias B dan U alias U. Para tersangka ditangkap oleh petugas pada rentang waktu 7-13 Januari 2021.

Akibat perbuatannya, para tersangka pemalsu surat tes kesehatan dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman 6 tahun penjara.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini