Anak Buah Anies Jelaskan Anggaran Rp185 Miliar untuk Pembelian Lahan Makam Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 25 Januari 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350602 anak-buah-anies-jelaskan-anggaran-rp185-miliar-untuk-pembelian-lahan-makam-covid-19-75v8E9UYIz.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kadis Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati menjelaskan, anggaran pengadaan untuk lahan pemakaman mencapai Rp185 miliar yang menuai polemik. Pengadaan lahan pemakaman yang akan digunakan untuk jenazah Covid-19 menuai sorotan lantaran dinilai tidak transparan.

Siti mengatakan, Pemprov DKI telah membeli lahan yang akan digunakan untuk TPU di lima lokasi yakni Srengseng Sawah Raya, Dukuh, Semper, Joglo, dan Bambu Wulung.

"Jumlahnya dari lima lokasi itu sekitar 3,3 hektar. Satu petak makam itu memerlukan 3,75 meter persegi. Itu satu petak makam, dan sekarang kondisinya memang belum ditata, jadi sedikit lagi kita akan tata, kita akan rumputkan, kita akan tata lah," ujar Siti di Balai Kota, Jakarta, Senin (25/1/2021).

Baca juga:  Per Hari Ada 100 Jenazah Dimakamkan dengan Prokes Covid-19, Pemprov DKI: Jaga Kesehatan!

Siti menambahkan, anggaran pengadaan makam sebesar Rp185 miliar itu tidak digunakan seluruhnya untuk membeli lahan. Namun, ia tak merinci detail berapa anggaran yang telah digelontorkan untuk membeli lahan di lima lokasi tersebut.

"Enggak semua Rp185 (miliar). Kan ada penawarannya ya," ucap dia.

Baca juga:  Gelontorkan Rp185 Miliar untuk Pemakaman Covid-19 di Jakarta, Ini Kata Wagub Ariza 

Ia mengatakan, TPU yang akan digunakan untuk pemakaman jenazah Covid-19 di Srengseng Sawah Raya sudah tahap penarikan benang untuk meluruskan pemetakan lahan makam.

 

Menurut Siti, Dinas Pertamanan dan Hutab Kota DKI Jakarta akan menata makam-makam warga yang meninggal dunia setelah terpapar virus corona tersebut.

"Kita luruskan supaya apa nanti dipenataan kita tanam rumput kan lebih, kita akan tata cuman kan sekarang kondisinya kan percepatan," ujarnya.

Melonjaknya kasus penularan Covid-19 di DKI berdampak pada semakin banyaknya warga yang meninggal setelah terpapar virus corona. Siti melanjutkan, petugas makam DKI bahkan setiap harinya harus lembur dengan bekerja hingga pukul 23.00 WIB.

"Petugas saya setiap hari bekerja hampir selesai jam 10, jam 11 malam. Itu kan perlu suatu semangat yang tinggi juga. Kasihan mereka itu kerjanya sudah, belum lagi risikonya tinggi ya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini