Puluhan Tahun Tak Punya Identitas di Jakarta, Ibu Ini Meninggal Usai Melahirkan

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 25 Januari 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350608 puluhan-tahun-tak-punya-identitas-di-jakarta-ibu-ini-meninggal-usai-melahirkan-flSwKvfm4e.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Birokrasi berbelit membuat satu keluarga di kelurahan Mamphar, Tamansari, Jakarta Barat ini harus lantang lantung di ibukota. Bantuan yang semestinya turun dan membantu kini tak bisa didapat olehnya. Penyebabnya, karena keluarga itu tak memiliki kartu identitas dan kartu keluarga.

Disisi lain, Herlina, ibu dalam keluarga itu terpaksa meninggal dunia usai alami pendarahan setelah melahirkan. Meski sempat ditolong dan ditangani tim medis, namun nyawanya tak terselamatkan.

Baca juga: Ditinggal Kabur Ibu, Siswi SD Yatim Merawat Sang Bibi Disabilitas Netra

Hal itu terungkap setelah anggota fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mempostingnya melalui chanel youtubenya.

"Alhamdulillah bisa dapat gratis selama persalinan, tetapi beberapa hari setelah melahirkan, Ibu bayi meninggal dunia dikarenakan kekurangan darah," kata Ima, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Wapres Sebut Kemiskinan dan Ketimpangan Segera Terlihat akibat Pandemi Covid-19

Dalam chanel youtubenya itu, Ima menjelaskan bila keluarga Arif Santoso itu selalu kesulitan saat mendapatkan pelayanan dari Pemerintah lantaran tak memiliki identitas selama 30 tahun.

“Salah satunya saat berurusan dengan rumah sakit,” katanya dalam youtube.

Dengan mengandalkan pendapatan dari Arif yang hanya bekerja sebagai kuli panggul. Praktis ekonomi keluarga ini sangat lemah, bahkan saat sang istri hendak melahirkan, keluarga ini kesulitan.

Ima sendiri mengakui mendapatkan informasi ini setelah mendapat informasi dari tetangga Arif. Dari situ, melalui jabatan politiknya, Herlina diterima oleh Rumah Sakit Tarakan dan masalah persalinannya di cover BPJS dengan status masyarakat tidak mampu.

Enam KK Tanpa Identitas

 

Ima sendiri kemudian kembali mendatangi rumah itu didampingi Lurah Maphar, Sudinsos Jakarta Barat dan Puskesmas Kecamatan Tamansari kembali mendatangi gubug semi permanen tempat keluarga itu tinggal.

Belakangan diketahui, keluarga tersebut yang telah merantau ke Jakarta sejak 1989 atau lebih dari 30 tahun silam. Selama itu pula mereka tak juga punya identitas Jakarta.

"Bapak Arif ini juga ada ibunya yang punya enam anak dan semuanya tinggal disitu hanya dua dari keluarga itu yang punya identitas," ucapnya.

Ima menuturkan, dari pengakuan Arif, 10 tahun lalu mereka telah mencabut identitas mereka dari Surabaya untuk pindah domisili ke Jakarta. Namun saat itu, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) milik Arif sebagai syarat pindah domisili ternyata sudah tak berlaku.

"Sementara keluarga ini sudah tidak bisa pulang ke Surabaya karena tak punya uang," ujar Ima.

Selain itu, tempat tinggal semi permanen yang ditinggali keluarga Arif di bawah Stasiun Sawah Besar yang berbatasan dengan Jakarta Pusat juga sempat kebakaran sehingga berkas-berkasnya ludes dilalap si jago merah. Alhasil sejak saat itu keluarga itu tak beridentitas.

Karenanya, Ima berkoordinasi dengan Dukcapil untuk membantu proses pembuatan identitas keluarga Arif.

"Sementara Puskesmas Kecamatan Taman Sari juga bantu memastikan kondisi gizi, imunisasi, vitamin dan asupan susu si bayi kedepannya,” tambahnya.

Sedangkan Suku Dinas Sosial Jakbar membantu berupa perlengkapan bayi dan kasur untuk keluarga karena sudah tidak layak.

Kini, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini mengupayakan setelah keluarga Arif memiliki identitas maka mereka bisa mendapatkan bantuan dari program pemerintah, seperti bantuan sosial, Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan lainnya.

"Apalagi ada juga anggota keluarganya sudah 10 tahun belum sekolah karena tidak punya identitas," ujar Ima.

Ima yakin di jakarta kasus serupa banyak terjadi. Karena itu ia mengajak masyarakat sekitar peduli dan melaporkan kasus ini kepada dirinya, kelurahan, hingga lainnya.

“Semoga tidak ada lagi kejadian Herlina,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini