Pemkab Bogor Segera Operasikan Rumah Isolasi Covid-19 di Puncak

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 25 Januari 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 338 2350674 pemkab-bogor-segera-operasikan-rumah-isolasi-covid-19-di-puncak-pjDHpccdrC.jpg Rumah isolasi di Kawasan Puncak Bogor (Foto : Pemkab Bogor)

BOGOR - Bupati Bogor Ade Yasin meninjau rumah isolasi pasien Covid-19 di kawasan Puncak, tepatnya di Wisma Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (25/1/2021). Hal itu dilakukannya untuk memastikan kesiapan dari segi sarana dan prasarana juga tenaga kesehatan.

"Dari tinjauan yang saya lihat, ini sudah siap baik sarana prasarana juga tenaga kesehatannya. Saya minta rumah isolasi pasien covid-19 ini segera dioperasikan," kata Ade Yasin, dalam keterangannya.

Ade Yasin menjelaskan, banyak masyarakat yang harus diisolasi mandiri karena positif covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Bogor. Sementara kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri.

"Ini yang berbahaya satu orang bisa menularkan keseluruh keluarga. Saya minta bagi pasien atau masyarakat OTG yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, segera bawa ke rumah isolasi pasien covid-19 di Cibogo ini," tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada 12 tenaga kesehatan terdiri dari empat dokter dan delapan perawat. Mereka yang akan merawat dan mengawasi 60 pasien covid-19 khususnya pasien OTG.

"Bekerja dengan sistem shif, pergantian shif dilakukan setiap 14 hari sekali. Di rumah isolasi pasien covid-19 ini, pasien laki-laki dan perempuan tidak disatukan tapi jadi dua blok. Kebutuhannya seperti makan, minum, peralatan mandi itu kita sediakan," jelasnya.

Rumah isolasi pasien covid-19 ini tidak saja diperuntukan bagi pasien OTG di wilayah Bogor Selatan saja. Tetapi, diperuntukan juga bagi pasien covid-19 yang telah menjalani perawatan di rumah sakit sudah tidak ada gejala tetapi masih positif.

“Atau bagi pasien yang CT nya rendah atau sudah tidak berbahaya lagi, dapat dilakukan isolasi mandiri disana. Bahkan jika rumah isolasi pasien Covid-19 Kemang penuh, bisa juga dialihkan ke rumah isolasi pasien Covid-19 Wisma Cibogo,” cetus Ade Yasin.

Baca Juga : Mendagri: Perlu Percepatan Vaksinasi untuk Bangun Kekebalan Komunal

Disinggung baru akan dioperasikannya, rumah isolasi Wisma Cibogo ini, Ade Yasin mengaku ada kendala dalam proses rekrutmen tenaga Kesehatan.

"Sebetulnya ini sudah kami resmikan sejak 19 Oktober 2020 lalu, tetapi Kita perlu orang yang siap bekerja dengan resiko tinggi, Alhamdulillah relawan sudah kami rekrut, dokter dan perawat sudah siaga untuk bertugas. Untuk mengurangi resiko mereka terpapar kami juga lengkapi mereka dengan APD dan kamar terpisah khusus nakes," kata Ade Yasin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini