Penggali Kubur Pasien Covid-19 di TPU Jombang Dikabarkan Mogok Kerja

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 26 Januari 2021 00:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 338 2350714 penggali-kubur-pasien-covid-19-di-tpu-jombang-dikabarkan-mogok-kerja-aH5KlHxwDm.jpg TPU Jombang (Foto: Okezone)

TANGSEL - Sejumlah penggali kubur, khusus pasien Covid-19, di TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan mogok kerja. Mereka protes spontan, karena upahnya belum dibayar.

Kepala TPU Jombang, Tabroni mengatakan, ada miskomunikasi. Para pekerja mengira bayaran harian mereka hari ini tidak cair. Padahal, ada pergantian sistem pembayaran bagi para penggali kubur, dari harian menjadi mingguan.

"Tidak ada mogok. Hanya mis aja. Biasa harian, sistem lama. Mau dibuat mingguan, sistem baru," kata Tabroni, kepada Sindonews, di TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Senin (25/1/2021).

Baca Juga:  Pemkot Bogor Perpanjang Pembatasan Kegiatan Sampai 8 Februari, Begini Aturan Mainnya 

Para pekerja penggali kubur ini, mendapat bayaran setiap lubang yang dibuat. Untuk setiap satu lubang, dibutuhkan lima pekerja dan dihargai Rp1 juta. Dalam sehari, mereka bisa menggali 5 lubang, dengan penghasilan Rp1 juta per orang.

"Perlubang Rp1 juta. Per Senin ini, dibuat perminggu. Hanya minta kepastian, jika perminggu. Sehari bisa Rp1 juta per satu orang. Ada mis saja. Biasa harian, diubah ke mingguan. Hitungannya tetap sama, perlubang," jelasnya.

Baca Juga:  Lahan Makam Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Diprediksi Penuh Dalam 1 Bulan 

Dilanjutkan Tabroni, informasi adanya perubahan sistem pembayaran dari harian ke mingguan itu memang mendadak.

"Ya, mendadak. Normal bang (tidak ada mogok). (Sekarang) galinya pakai beko. Jadi mereka hanya urug saja. Sudah agak ringan. Beko semua sekarang. Dari April sudah pakai beko," pungkas Tabroni.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini