Kader Gerindra Desak Anies Mundur Tak Lepas dari Makin Dekatnya Pilkada DKI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 27 Januari 2021 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 338 2351421 kader-gerindra-desak-anies-mundur-tak-lepas-dari-makin-dekatnya-pilkada-dki-1E3KcKP0mO.jpg Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menduga, desakan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatannya, tak lepas karena semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. 

Ali Lubis meminta Anies mundur dari jabatannya setelah kecewa karena menilai Anies menyerahkan penanggulangan pandemi Covid-19 ke pemerintah pusat. 

"Ada kaitan dengan sensitifitas dengan pilkada. Apapun itu kalau salah ambil kebijakan, salah statement itu bisa dipolitisasi. Jadi harus hati-hati karena sudah dekat menjelang pilkada dan semuanya bisa digoreng," kata Pangi saat dihubungi, Rabu (27/1/2021) 

DPR RI belum memutuskan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta. Sementara itu, jabatan Anies akan berakhir pada 2022.

Di sisi lain, KPU akan mengikuti amanat UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada  yang mengatur pelaksanaan pilkada serentak akan diselenggarakan pada 2024 mendatang. 

Baca juga: Anies Diminta Mundur oleh Kader Gerindra, PAN : Apa Urgensinya?

Pangi melanjutkan, pihaknya mendukung Pilkada DKI dilakukan pada 2022. Dia tak bisa membayangkan Pemprov DKI akan diisi jabatan Plt selama dua tahun.

"Informasi yang menurut saya. Tetap 2022 sekarang masih di Komisi II. Kita rnggak mau ada Plt. Karena rnggak kebayang Plt 2 tahun," ujarnya. 

Pangi menilai, pernyataan Ali Lubis yang meminta Anies mundur bukan sikap  Partai Gerindra. Pasalnya, sikap politik Gerindra bisa dibaca jika adanya pernyataan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto atau elite lainnya dari partai berlambang Garuda tersebut. 

Meski demikian, Pangi meminta Gerindra dan Pemprov DKI Jakarta juga harus bisa menghargai pendapat dari Ali Lubis sehingga persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. 

"Kalau suara kader yang seperti itu bisa saja mereka alasan dan punya kebebasan pikiran mereka. Ada mungkin yang membuat mereka tidak nyaman dan puas. Jadi ada sesuatu yang menurut mereka yang tidak sesuai dengan ekspektasi terhadap Anies yang sudah diusung Gerindra," tambahnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini