Cerita Pilu Silviana Dipecat Suami Gegara Berjilbab, "Disebut Jelek hingga Radikal"

Hasan Kurniawan, Okezone · Senin 01 Februari 2021 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 01 338 2354738 cerita-pilu-silviana-dipecat-suami-gegara-berjilbab-disebut-jelek-hingga-radikal-YNrGMgn6tn.jpg Silviana Dharmadji (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Silviana Dharmadji (52), warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten dipecat sebagai direktur perusahaan keluarga PT. Jemasco Utama, hanya karena menggunakan jilbab. Silvia menceritakan, keinginannya menggunakan jilbab dan menjalankan syariat agama Islam dengan benar sudah lama. Namun, baru mulai dijalankannya pada akhir 2020 ini.

Pada awalnya, suaminya pun tidak bermasalah. Selang beberapa waktu persoalan baru timbul, setelah dirinya mulai menjalankan aktivitas sholat lima waktu.

Baca Juga: Duh! Direktur Perusahaan di Tangsel Dipecat Suaminya karena Berjilbab

Thomas Bernhard Paul Bouhier yang dinikahi secara Islam dan siri, mulai bersikap arogan dan rasis. Dia mulai sering melakukan kekerasan rumah tangga terhadap dirinya.

"Dia tidak suka saya berhijab dan mulai mengintimidasi saya. Katanya, berhijab itu jelek, radikal. Dia juga mengatakan, tidak mau diganggu oleh peraturan agama manapun. Dan katanya pakai hijab itu tidak wajib," ujarnya, ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jalan TMP Taruna, Sukasari, Senin (1/2/2021).

Menurut Silviana, sikap Thomas yang mulai di luar batas akhirnya membuat Silvi kecewa dan prustasi. Akhirnya Silvi bercerai pada 26 Oktober 2020, Dia juga mencabut diri sebagai penjamin Thomas tinggal di Indonesia.

Thomas balik melawan. Pada 28 Oktober 2020, Thomas memecat Silvi secara sepihak sebagai direktur PT. Jemasco Utama, dan sahamnya yang sebesar 30% di perusahaan itu dipotong hingga jadi 6% saja. Silvi pun akhirnya melaporkan perkara pemecatannya itu ke PN Tangerang. Laporan dengan register perkara No. 1055/PDT.G/2020/PN.TNG tanggal 17 November 2020 itu, sudah mulai disidangkan di PN Tangerang.

"Kami mendirikan perusahaan ini berdua. Sahamnya 70%, dan saya 30%. Tetapi perlakuan dia seperti itu, jadi malas saya menjamin. Kami menikah secara Islam dan siri, tapi dia tidak pernah menjalankan syariat Islam," jelasnya.

Permasalahan Silvi menjadi semakin bertambah berat, setelah Thomas melaporkannya ke polisi, karena diduga telah melakukan penggelapan inventaris perusahaan, berupa mobil sedan VW dan dokumen penting perusahaan.

Baca Juga: Ditinggal Pergi sejak Bayi, Fajar Mencari Ayahnya Selama 26 Tahun

Setelah itu, Silvi dilaporan ke Polres Tangsel, pada 6 November 2020. Hanya berselang dua bulan, pada 28 Januari 2021, dirinya langsung ditetapkan sebagai tersangka penggelapan. Menghadapi kenyataan ini, Silvi semakin terpuruk.

"Saya disadarkan dalam umur segini, dan kalau kita beriman ada hidup setelah mati. Saya mau menekuni itu. Dulu tidak dimasalahkan. Saya tidak menyangka bisa merembet kemana-mana. Sekarang saya tinggal sendiri," pungkasnya.

Aset rumah Silviana yang berada di wilayah Tangsel juga akhirnya dikuasai oleh Thomas yang merupakan orang Jerman dan saat ini dirinya malah tinggal mengontrak sendirian di suatu tempat, di wilayah Tangsel.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini