Curi Motor Modus Test Drive, Anggota Paspampres Gadungan Ditembak Polisi

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 02 Februari 2021 19:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 338 2355367 curi-motor-modus-test-drive-anggota-paspampres-gadungan-ditembak-polisi-82jzO9FFex.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap anggota Paspampres gadungan yang menipu Arifin (28).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Burhanudin membeberkan kasus tersebut, berawal pada 4 Januari 2021, sekira pukul 13.00 WIB, di Jalan Tanah Abang II, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, pelaku berinisial KN dan korban berkenalan melalui situs media sosial.

"Kemudian, tersangka menjanjikan korban mendapatkan pekerjaan. Di samping itu, korban juga berniat menjual sepeda motornya," kata Burhan, Selasa (2/1/2021).

Baca juga: Demi Nikahi Gadis Impian, Pria di Depok Ngaku Polisi Berpangkat Kombes

Karena berniat menjual motor, lanjutnya, pelaku akhirnya tertarik untuk membeli sepeda motor tersebut. Saat bertemu, pelaku mengenakan celana, kaos, yang mirip dengam TNI.

"Sebelum transaksi, motornya diuji coba dulu oleh pelaku. Saat uji coba pelaku melarikan diri dengan kecepatan tinggi. Atas dasar tersebut, korban merasa ditipu," tambahnya.

Baca juga:  Terdakwa Penipuan Investasi Biro Travel Umrah Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Korban pun membuat laporan ke Polsek Gambir pada 5 Januari 2021. Tiga hari setelah kejadian Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat mencari pelaku. Akhirnya pelaku dapat diamankan, pertama inisialnya KN. Dia yang membawa lari motornya. Mereka diamankan di Kabupaten Cilengsi, Bogor.

Lalu, kata dia, pihaknya menangkap pria berinisial AS, yang merupakan perantara setelah motor didapatkan pelaku, dia menjualnya lagi kepada orang yang ingin membeli.

Pembelinya adalah TS, senilai Rp7 juta. Dari TS, sepeda motor itupun dijual lagi kepada OY, sehingga empat pelaku diamankan.

Saat dikonfirmasi kepada Pomdam Jaya, ternyata yang bersangkutan bukan seorang anggota TNI. Begitu hendak diamankan, pelaku berusaha menyerang petugas sampai akhirnya diberikan tindakan tegas terukur.

Dari tangan pelaku, petugas menyita dua motor hasil kejahatan, pakaian loreng TNI AD, surat-surat kelengkapan berkendara dan sepucuk pistol airsoft gun.

"Pelaku juga merupakan residivis sudah berulang kali dan pernah dihukum dengan kasus yang sama. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini