Njai Dasima dipikat Tukang Sado dengan Guna-guna Sehelai Rambut

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 03 Februari 2021 06:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 338 2355497 njai-dasima-dipikat-tukang-sado-dengan-guna-guna-sehelai-rambut-meDy8uEfFA.jpg Foto: Istimewa

Njai Dasima istri Toean Edward terkenal karena kecantikannya di Batavia masa pemerintahan Hindia Belanda.

Hampir semua laki-laki yang melihat paras wajah Dasima akan terpikat dengan kejelitaanya. Baik yang sudah beristri atau masih perjaka muncul nafsunya untuk memperistri Dasima gadis desa asal Kuripan, Bogor.

Dalam buku karangan G. Francis (Gijsbert Francis) yang terbit pada tahun 1896 dikisahkan, tukang sado lokal bernama Samiun tergila-gila pada Dasima. Meski telah punya bini bernama Hayati namun wajah Dasima selalu terbayang di pelupuk matanya.

Ia hampir setiap hari melamun membayangkan indahnya bercengkerama dengan Dasima. Ini gara -gara ia bisa melihat Dasima dengan jelas di rumah Toean Edward.

Baca Juga: Nyai Dasima, Gadis Dusun Kuripan Bogor Membuat Tuan Edward Bertekuk Lutut

Ia punya paman seorang tentara dengan jabatan Komandan Onder Distrik Gambir, sehingga punya peluang untuk masuk ke rumah Dasima atas urusan pamannya.

Samiun muncul ide untuk memakai jasa dukun agar Dasima bisa suka padanya. Ia ke Haji Salihun di Pecenongan, minta guna-guna agar bisa memelet Dasima.

Ia menyuap mak Buyung untuk menjadi perantara. Selain itu juga untuk mencarikan syarat mistik yaitu sehelai rambut Dasima.

Setelah diguna-guna, ajaib, pandangan Dasima berubah, kini Samiun dimatanya adalah pria tampan di Batavia.

Nyai Dasima berhasil digaet Samiun dan diajak kabur dari rumah Edward. Mereka pergi ke rumah ibunya Samiun di bilangan Kwitang.

Ternyata Samiun mempunyai rencana dengan Hayati. Samiun menikahi Nyai Dasima dengan syarat harta Dasima untuk Hayati.

Dasima kini berada dalam rumahnya. Samiun memanggil penghulu agama dan pernikahan dilangsungkan. Dasima membawa harta sebesar 6000 Gulden, jumlah yang sangat banyak dibanding gaji seorang wedana di Batavia tak lebih dari 50 Gulden.

Awalnya Samiun menyayangi Nyai Dasima, demikian juga dengan Mak Soleha, ibu kandungnya serta Hayati istri pertamanya. Namun semakin lama rasa sayang itu pudar karena harta yang dibawa Dasima mulai susut, akhirnya ludes.

Kini, Dasima justru menjadi beban mereka. Sebenarnya masih ada hartanya, tetapi di Pejambon, tapi itu tak mungkin diambil.

Menyadari perilaku Hayati, Mak Soleha dan Samiun yang berubah total, Dasima sadar dirinya hanya diperas. Ia tak tahan lagi dan minta cerai.

Samiun setuju menceraikan dengan syarat harta Dasima yang ada di Pejambon pemberian tuan Edward harus diserahkan pada Samiun.

Hayati mendesak agar Samiun bisa memperoleh harta Nyai Dasima. Dengan berbagai upaya Samiun mencoba melunakkan hati Dasima.

Dasima bingung, ia tidak mungkin kembali ke Pejambon menemui tuan Edward, mungkin malah bisa dimasukkan bui. Melihat sikap Dasima yang tidak jelas membuat Samiun frustasi lalu membunuh Dasima di kali Ciliwung.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini